Berita

malaysia airlines mh17/net

Dunia

Ukraina Timur Masih Memanas, Belanda Pulangkan Tim Investigasi MH17

KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 10:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pertempuran sengit antara kelompok separatis pro-Rusia dan pasukan pemerintah yang masih saja terjadi di wilayah timur Ukraina menyebabkan pencarian korban dan investigasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah itu terpaksa ditunda.

"Misi Belanda di lokasi kejadian jatuhnya MH17 telah diberhentikan," kata Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada Rabu (7/8).

Namun Rutte menjelaskan, tim pencari dan investigasi yang dipimpin oleh Belanda akan kembali melakukan pencarian di lokasi itu kendati belum diketahui kapan.


"Kami bertujuan mengirim balik tim pencari di lokasi kejadian secepatnya bila kita memiliki kesempatan untuk bekerja lebih lama dalam kondisi stabil," jelas Rutte.

Ia menjelaskan, keputusan itu terpaksa diambil dengan alasan keamanan, Pasalnya lokasi jatuhnya pesawat MH17 berada dekat dengan wilayah konflik yang diduduki oleh kelompok separatis.

"Setiap orang akan setuju dengan kita bahwa kita seharusnya tidak menempatkan orang kita pada resiko yang tidak diperlukan," sambungnya seperti dikabarkan CNN.

Menurut Rutte, tim pencari merasa kecewa karena belum mampu menyelesaikan misi mereka, kendati sejumlah pencapaian signifikan berhasil dilakukan, seperti penemuan sejumlah jasad korban serta barang-barang pribadi korban.

Konflik di wilayah itu juga sebelumnya kerap dikaitkan dengan jatuhnya pesawat yang bertolak dari Amsterdam manuju Kuala Lumpur pertengahan bulan lalu. Pesawat yang membawa total 298 orang itu diduga jatuh karena terkena tembakan rudal yang disebut-sebut dilakukan oleh kelompok separatis. Namun hal itu belum dapat dibuktikan sebelum hasil investigasi dan analisa kotak hitam selesai dilakukan.

Dalam tragdei itu, Belanda mengambil peran untuk memimpin investigasi, karena sebagian besar korban tewas merupakan warga negara Belanda. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

VFive Group Salurkan Zakat Usaha Lebih dari Rp10 Miliar

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:48

Parpol Ditantang Buat Komitmen Nasional Anti-Politik Uang

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:32

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan!

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:55

KPK Masih Kuliti Dugaan Rasuah BPKH

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:24

Denny JA Ungkap Akar Etika Kerja dan Kejujuran Swiss dari Reformasi Zurich

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:20

Potongan Bangkai Pesawat ATR 400

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:53

Haji Suryo Bangun Masjid di Tanah Kelahiran

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:32

Lawatan LN Perdana 2026, Prabowo Sambangi Inggris dan Swiss

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:15

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:56

Prabowo Jadi Saksi Nikah Sespri Agung Surahman, Jokowi Ikut Hadir

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:55

Selengkapnya