Berita

lalu mara/net

Golkar: Koalisi Permanen Itu Penyeimbang Pemerintah, Bukan Oposisi

KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 08:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Koalisi Permanen dibentuk dengan tujuan untuk mempertahankan Pancasila. Selain itu juga untuk mempermudah presiden terpilih untuk melakukan komunikasi politik.

"Nanti presiden terpilih tak perlu lagi berkomunikasi dengan 10 partai, cukup dengan dua pihak, yakni pimpinan koalisi," kata Wasekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 7/8).

Dengan demikian, lanjut Lalu Mara, pemerintahan akan berjalan efektif dan ini akan memperkuat sistem presidensial. Ia pun membantah bila koalisi permanen disebut oposisi, sambil memastikan Partai Golkar akan tetap bertahan dalam koalisi permanen ini.


"Koalisi ini penyeimbang agar tercipta check and balance sesuai tupoksi legislatif. Dan ke depan, pilpres yang diikuti oleh dua pasangan ini harus dijadikan budaya politik baru," katanya.

Menurutnya, kedepan capres diusulkan oleh dua kubu saja. Capres muncul dari konvensi antar koalisi yang terbentuk.

"Ini positif untuk ke depannya. Jadi jangan dilihat koalisi Merah Putih dari sisi yang negatif, seolah-olah akan menghambat dan atau menjegal Pemerintah di bawah Presiden terpilih. Itu jauh asap dari api," katanya.

Lalu menegaskan tujuan koalisi permanen agar pemerintah berjalan efektif dalam menjalankan seluruh programnya.

"Dengan Koalisi Permanen, tidak perlu lagi ada parliamentary treshold dan presidential threshold lagi. Karena ujungnya toh dua capres yang akan berlagara di Pilpres yang akan datang," ujarnya. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya