Berita

ilustrasi/net

Akhirnya Ada Orang Melamar Jadi Menteri ke Kantor Transisi

KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 07:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, Kantor Transisi Jokowi terus menjadi wacana yang penuh polemik. Ada yang menilai kantor ini sebagai pola baru dalam proses demokratisasi sehingga memudahkan untuk konsolidasi, namun ada juga yang menilai ini cermin ambisi kekuasaan yang tidak lagi terbendung di tengah proses gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dikabarkan, banyak elit PDI Perjuangan yang mulai gerah dengan kehadiran kantor ini. Bagaimana tidak, kantor ini disebut-sebut sebagai medium untuk menggodok calon menteri. Meski sudah ditepis dan ditegaskan, bahwa kantor ini cuma akan membahas program prioritas dan bakal berfokus pada penyusunan program kerja dalam masa transisi pemerintahan.

Di tengah polemik itu, ada hal menarik. Rabu kemarin (6/8), sebagaimana dilansir JPNN, setidaknya ada dua orang yang mengirimkan surat permohonan dan curriculum vitae (CV) untuk mencoba peruntungan dalam bursa kabinet Jokowi-JK. Mereka adalah dosen Perbanas Abdul Rani Rasjid serta anggota Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Ratna.
    

    
Abdul melamar posisi sebagai menteri koperasi, usaha kecil dan menengah (UKM). Kemarin dia mendatangi Rumah Transisi untuk menyerahkan surat permohonan agar bisa dipertimbangkan menempati posisi menteri koperasi dan UKM.

"Saya ini dosen dan sangat memahami masalah tersebut," ujarnya.
  
Soal alasan lamarannya sebagai menteri dimasukkan ke Kantor Transisi, dia mengaku mendapatkan informasi bahwa rumah tersebut bisa menerima gagasan dari masyarakat.

"Maka, saya ke sini," ungkapnya.
   
Sementara itu, Ratna yang juga mantan caleg dari PKPI mengaku datang ke Rumah Transisi untuk mencalonkan diri sebagai menteri sosial. Dalam lamarannya juga disertakan data lengkap identitas diri. "Semua telah saya berikan," jelasnya. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya