Berita

Gempa 6,2 SR Guncang Maluku Barat Daya

RABU, 06 AGUSTUS 2014 | 21:44 WIB | LAPORAN:

Gempabumi berkekuatan 6,2 SR mengguncang Kepulauan Maluku Barat Daya, malam ini (Rabu, 6/8). Titik gempa berada di 200 km timur laut Maluku Barat Daya dengan pusat gempa di laut pada kedalaman 10 km.

"Gempa tidak berpotensi tsunami," terang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada redaksi.

Dia menuturukan gempa terjadi pada pukul 18.45 WIB. Daerah di sekitar pusat gempa merupakan daerah pulau-pulau kecil seperti Pulau Wetar, Pulau Moa, Pulau Damar, Pulau Romang, Pulau Babar dan sebagainya.


"Di Pulau Moa, gempa dirasakan lemah oleh masyarakat dan tidak ada kerusakan bangunan. Di Maluku Tengah gempa tidak dirasakan oleh masyarakat," papar dia.   

Dikatakan Sutopo, di sekitar kepulauan Maluku Barat Daya ini sering terjadi gempa di atas 6 SR. Wilayah ini memang memiliki aktivitas tektonik yang aktif karena adanya Sesar Naik Wetar (Wetar Thrust) yang membujur dari utara Pulau Alor hingga Pulau Romang. Selain itu, wilayah ini juga berada dekat palung yang merupakan daerah pertemuan subduksi Eurasia dan Hindia-Australia. Pada 1 Desember 2013 misalnya terjadi gempa 6,7 SR di 250 km timur laut Maluku Barat Daya.

"Aksesibilitas untuk menjangkau pulau-pulau kecil di wilayahnya ini masih sangat terbatas, apalagi jika cuaca buruk," imbuh Sutopo.

Ditambahkan dia, masyarakat di wilayah tersebut tinggal di sekitar pesisir pulau-pulau kecil yang rawan gempa dan tsunami. Kondisi ini akan sangat berpengaruh dalam penanganan bencana jika terjadi gempa besar yang merusak. Sebab struktur geologi disini pun tak kalah berbahaya dari Flores Thrust dalam "memproduksi" gempa- gempa besar dan merusak di kawasan NTT, khususnya Alor.

Sebagai contoh bencana gempa bumi produk Wetar Thrust adalah gempa Alor yang terjadi 18 April 1898 dan gempa Alor, 4 Juli 1991, yang menewaskan ratusan orang. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya