Berita

nusyirwan/net

ARUS MUDIK LEBARAN

Komisi Perhubungan Sesalkan Pernyataan Menteri EE Mangindaan

RABU, 06 AGUSTUS 2014 | 19:12 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Menteri Perhubungan EE Mangindaan yang mempermasalahkan infrastruktur jalan sebagai penghambat kelancaran arus mudik pada masa Lebaran 2014 patut disesalkan. Lebih-lebih, kelancaran arus mudik tak tergantung satu faktor saja, semisal infrastruktur jalan, namun juga sangat tergantung pada kesiapan semua aspek prasarana dan sarana infrastruktur moda transportasi.

"Jadi tidak hanya tergantung pada kondisi jalan raya saja, tetapi juga kesiapan moda transpor yang lain seperti kereta api, kapal laut, dan transpor udara," kata anggota Komisi V DPR, Nusyirwan Soedjono, beberapa saat lalu (Rabu, 6/8).

Sebagai contoh, kata dia, jalur ganda kereta api (KA), apabila sudah bisa digunakan, maka jelas akan menambah kapasitas pengguna KA. Hal itu jelas akan mengurangi beban pada jalan raya, termasuk pemudik yang menggunakan sepeda motor. Demikian juga pembenahan dan kesiapan di moda transpor laut dan udara.


Menurut Nusyirwan, Menhub EE Mangindaan sebenarnya paham betul kompleksnya permasalahan transportasi itu sehingga tak seharusnya hanya mengkambinghitamkan permasalahan pada satu sektor saja. Dan bila ditelusuri lebih jauh, permasalahan mudik di tiap lebaran sebenarnya refleksi atas lambannya program besar di kementerian itu yang memang banyak tertunda lama.

Bagi politisi asal PDI Perjuangan itu, Mangindaan tidak tepat menyampaikan kelemahan arus mudik menjelang habisnya masa bakti kabinet SBY pada tahun ini. Padahal,  menurut dia, momen lebaran tahun ini sebenarnya bisa semakin baik apabila perbaikan dan program besar dilakukan sejak tiga dan empat tahun lalu. Artinya, semuanya dilakukan sejak awal jabatan di 2009.

"Sehingga pada mudik lebaran tahun ini, hasil kerjanya sudah bisa dirasakan oleh rakyat. Seandainya saja ada kerja cepat dalam menyeimbangkan perbaikan jalan di jalur utara dan jalur selatan Jawa, tentu permasalahan mudik Lebaran tak selalu berulang," demikian Nusyirwan. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya