Berita

tb hasanuddin/net

Jenderal TB Hasanuddin: Pernyataan Prabowo Sangat Menyakitkan!

RABU, 06 AGUSTUS 2014 | 18:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Prabowo Subianto dalam sidang perdana Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil pemilihan presiden yang digelar hari ini menuai kritik.

Dalam sidang itu Prabowo mengatakan bahwa proses pilpres lalu bisa jadi sama buruknya dengan yang terjadi di negara totaliter, fasis atau komunis.

"Saya merasa miris. Menurut hemat saya, persoalan pemilu dengan segala masalahnya bisa saja terjadi di era demokrasi seperti sekerang ini. Tapi tentu ada solusinya, yaitu melalui MK sebagai lembaga hukum yang sah di Republik Indonesia," kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 6/8).


Semua pihak, TB Hasanuddin mengingatkan, harus saling menghormati proses hukum itu. Dan rakyat Indonesia, siapa pun di dalamnya, harus menghormati dan tunduk pada keputusan MK nanti.

TB Hasanuddin juga mengingatkan, NKRI dibangun, direbut dan diperjuangkan oleh para pahlawan dengan darah dan nyawa mereka. Saat ini, semua rakyat Indonesia juga sedang berjuang untuk mempertahakan dan mengisi kemerdekaan itu. Termasuk di dalamnya, pasti Prabowo juga ikut andil dalam mempertahankan NKRI, pun demikian dengan Presiden SBY yang dalam 10 tahun terakhir ini juga ikut memeprtahanakan NKRI dan mengisi kemerdekaan.

"Sangat menyakitkan NKRI disebut negara totalitar, fasis dan komunis, bahkan disebut lebih jelek dari Korea Utara. Ingat, KPU itu produk rakyat Indonesia, produk kita bersama, bukan produk fasis dan komunis," tegas TB Hasanuddin, yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR.

Terakhir TB Hasanuddin mengajak semua pihak untuk menggunakan kearifan dan keikhlasan, serta jiwa kenegarawanan. Sebab pada hakikatnya kekuasan itu akan lebih penting bila digunakan demi kepentingan rakyat. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya