Berita

FAHMI AL HABSY/NET

Tak Masuk Akal Bila Anggota Tim Transisi Jokowi Masuk Kabinet

RABU, 06 AGUSTUS 2014 | 13:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebagaimana disampaikan Jokowi, publik tak perlu risau dengan kehadiran Tim Transisi sebab tidak serta merta akan masuk ke dalam kabinet. Pun demikian, dengan partai pendukung, juga tak perlu galau.

"Karena jadi lucu dan tidak masuk akal kalau anggota Tim Transisi minta jabatan menteri, analogi diberi amanat menyiapkan acara pernikahan lalu minta ikut jadi pengantin juga. Menyiapkan arsitekur pembantu presiden kemudian paling depan minta jadi pembantu presiden. Konflik kepentingan akan muncul ketika berbicara arsitektur kabinet dan portofolionya," kata Direktur Pusat Kajian Trisakti, Fahmi Habsyi, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Rabu, 6/8).

Apalagi, lanjut Fahmi, sejak awal Jokowi-JK mengendepankan politik non-transaksional. Dengan demikian, Kantor Transisi dan tim pendukungnya dipastikan juga bukan ajang transaksional. Ditambah lagi, menteri itu hak preogratif Jokowi-JK dan mereka berdua sudah faham soal itu.


Lanjut Fahmi, sejak awal pendirian kantor transisi bukanlah ide orisinal Jokowi seperti dinyatakan SBY bahwa ini idenya SBY agar memudahkan transisi pemerintahan berikutnya. Dengan bijak, Jokowi merespon ide SBY sebagai bentuk kesantunan berpolitik dan tidak mengikat Jokowi-JK untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan masa lalu yang tidak pro-rakyat.
 
"Jadi orang-orang yang diminta bantu Pak Jokowi di kantor transisi dapat dipastikan orang-orang yang ikhlas dan bukan memikirkan diri sendiri buat jadi menteri dan jauh dari konflik kepentingan kedepan. Saya melihatnya model Philisopher King filsuf Plato.Dan mereka diharapkan mencegah transisi-transisi yang buruk dari pemerintahan SBY," ujar inisiator PDIP Projo ini.

Fahmi menjelaskan publik tidak perlu risau saran SBY pembentukan kantor transisi itu positif  asal niatnya sejak awal untuk mentransisikan hal dan kebijakan baik dari pemerintahan SBY untuk dilanjutkan dan bukan untuk mentransisikan  kebijakan yang negatif dan kontraproduktif dari pemerintahan SBY.

"Publik dan relawan pasti akan mencermati dan tidak ingin kantor transisi menjadi tempat transisi kepentingan dan para mafia di era SBY dalam ruang abu-abu.  Jadi tagline yang berkembang di relawan dan sosmed  #SaveJokowi masih ideal hingga pengesahan kabinet.  Publik akan memastikan kantor transisi dipastikan bukan kantor transaksi dan tempat  mesin cuci kebijakan era SBY," demikian Fahmi. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya