FAHMI AL HABSY/NET
FAHMI AL HABSY/NET
"Karena jadi lucu dan tidak masuk akal kalau anggota Tim Transisi minta jabatan menteri, analogi diberi amanat menyiapkan acara pernikahan lalu minta ikut jadi pengantin juga. Menyiapkan arsitekur pembantu presiden kemudian paling depan minta jadi pembantu presiden. Konflik kepentingan akan muncul ketika berbicara arsitektur kabinet dan portofolionya," kata Direktur Pusat Kajian Trisakti, Fahmi Habsyi, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Rabu, 6/8).
Apalagi, lanjut Fahmi, sejak awal Jokowi-JK mengendepankan politik non-transaksional. Dengan demikian, Kantor Transisi dan tim pendukungnya dipastikan juga bukan ajang transaksional. Ditambah lagi, menteri itu hak preogratif Jokowi-JK dan mereka berdua sudah faham soal itu.
Populer
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Senin, 27 April 2026 | 03:59
Senin, 27 April 2026 | 14:16
Senin, 27 April 2026 | 21:08
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
UPDATE
Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14
Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52
Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23
Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09
Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38
Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19
Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08