Berita

Marshanda

Blitz

Ngaku Dipasung, Chacha Justru Lugas Berbicara

RABU, 06 AGUSTUS 2014 | 10:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Anehnya Chacha nampak segar bugar saat melapor ke polisi dan live di televisi. Istilah pemasungan dipakai agar publik lebih ngeh.

Bukan lagi telenovela, kisah terbaru Marshanda (Chacha) sudah seperti thriller. Ketegangan bermula setelah kabar Chacha “dipasung” oleh ibunya sendiri, Riyanti Sofyan, disebarluaskan oleh pengacara OC Kaligis sejak Senin (4/8). Dan tak disangka lagi, ditemani Kaligis, Chacha muncul dalam wawancara ekslusif sebuah TV swasta, kemarin siang.

Tampak gemukan, mengenakan kaus lengan panjang bermotif, berkaca mata serta tanpa hijab, Chacha tampak lugas menjelaskan kronologis “pemasungan” di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta Pusat selama sepekan itu.


“Aku terus dipaksa disuntik dan meminum obat. Beberapa hari aku nggak sadar, badanku benar-benar lemas, sampai otot-otot mulutku lemas, mau ngomong aja susah,” jelas pesinetron Bidadari ini.

Diakuinya sejak kecil sudah berkonflik dengan sang bunda. Sehingga, menimbulkan masalah yang berkepanjangan seperti saat ini.

“Memang aku dan mama panjang sekali pengalaman traumatis dari TK, SD. Perlakuan mama ke aku yang kurang baik,” terang Chacha.

Mengetahui Chacha langsung meminta bantuan Kaligis, Riyanti langsung meminta untuk tidak membawa ayah Velove Vexia itu dalam kasus mereka.

“Mama sempat nelepon ke Chacha kenapa ada OC Kaligis. Jujur saja Chacha nggak merasa aman dengan keluarga ini, tiba-tiba didatangi perawat, maksa nyuntik Chacha, nahan Chacha di rumah sakit, Chacha merasa butuh perlindungan hukum dari OC. Manajer bantu komunikasikan dengan OC,” ungkapnya.

“Rumah sakit pas tahu OC mau datang, suster masuk bilang atas perintah Dr Richard Budiman kita harus suntik mbak Chacha lagi. Aku bisa tuntut rumah sakit, akhirnya mundur. Ini sudah aku hadapi dari dulu, cuma aku belum mau aku terima dari dulu. Orang atau keluarga yang mestinya jadi save place, tapi malah paling membahayakan,” sambung calon janda satu anak ini.

Adapun Kaligis menggunakan bahasa “pasung” lantaran menilai sudah keterlaluan Chacha terisolir dari dunia luar.

“Kalau saya nggak pakai bahasa pasung, orang nggak tertarik, apa itu? Dia terisolir dari dunia luar. Mesti pakai bahasa eye catching,” terang Kaligis.

Pengacara kawakan itu awalnya mengetahui jika kliennya telah dipasung di RS Abdi Waluyo pada 2 Agustus. Saat ingin menjenguk, ia kaget karena dihalangi segerombolan preman.

Berbarengan dengan wawancara live tadi, di rumahnya jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Riyanti dan adik perempuannya, Allysa bergegas keluar rumah.

Mereka menggunakan dua mobil, Riyanti menggunakan Toyota Alphard warna hitam, sementara Allysa menggunakan sedan Ford. Lagi-lagi Riyanti tidak menggubris pertanyaan para wartawan yang sudah menunggunya sejak pagi.

“Tante, mau jemput Chaca ya tan di kantor OC?” tanya awak media kepada Riyanti.

Petugas yang menjaga kediaman Marshanda pun tidak mengetahui ke mana tujuan Riyanti dan Allysa. “Nggak tahu, ibu nggak bilang.”

Secara terpisah, Kapolsek Menteng, AKBP Gunawan, mengaku mendapatkan informasi bahwa pihak OC Kaligis sudah mengajukan sebuah surat ke Polres Jakarta Pusat. Isi suratnya bukan membuat laporan polisi tetapi minta bantuan hukum.

“Sementara ini kami mendapat informasi pihak OC sudah mengajukan surat ke pihak Polres Jakarta Pusat untuk bantuan hukumnya,” tandasnya.

Diceritakan, saat didatangi, kondisi Chacha tampak normal dan tidak terlihat mengalami gangguan. “Ketika saya ajak bicara, responsnya juga baik,” kata Gunawan.

Dalam segi penampilan, Chacha juga tidak terlihat aneh atau berlebihan. “Bajunya biasa saja. Pakai baju resmi, normal semua,” ungkapnya.

Kedatangan Chacha pada Minggu lalu itu semata untuk minta perlindungan dari pihak kepolisian. Lantaran diklaim merasa terus diikuti oleh orang suruhan sang bunda.

“Pada saat itu kami ditelefon oleh pihak OC Kaligis atas kedatangan Marshanda yang merasa dibuntuti. Karena kita yang paling dekat dengan RS Abdi Waluyo, jadi Marshanda dan pengacara minta dikawal oleh kami. Saat melapor di situ (di Polsek Menteng) sudah ada Marshanda dan Mas Shandy, manajernya dan satu orang temannya,” sambung Gunawan. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya