Berita

ilustrasi/net

Partai Nasdem Mau Kantor Transisi Jokowi Tetap Partisipatoris

SELASA, 05 AGUSTUS 2014 | 10:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kantor Transisi Jokowi akan semakin baik bila bersifat partisipatoris. Artinya melibatkan dan menyerap aspirasi masyarakat dalam merancang dan menyusun agenda-agenda rakyat yang akan dilaksanakan pemerintahan mendatang.
 
"Dengan menjalankan prinsip partisipatoris sejak masa transisi, maka demokrasi yang selama ini sangat struktural kenegaraan sehingga jauh dari rakyat, akan hidup di tengah-tengah masyarakat. Ini dapat mengubah dominasi elit parlemen dan oligarki yang selama ini telah menyandera demokrasi Indonesia," kata Ketua DPP Partai NasDem, Martin Manurung, beberapa saat lalu (Selasa, 5/8).

 Selama masa pemenangan Jokowi-JK yang lalu, lanjut Martin, prinsip partisipatoris ini terlihat sangat jelas dari luasnya dukungan relawan yang bekerja secara mandiri dan gotong royong. Dalam kampanye, Jokowi pun tidak menjalankan kampanye yang sentralistis, tapi selalu memberikan ruang bagi seluruh masyarakat berpartisipasi dengan membentuk organisasi-organisasi relawan.


"Karakter Jokowi-JK yang partisipatoris itulah yang merebut hati masyarakat dan akhirnya memenangkan Jokowi-JK," kata Martin Manurung.
 
Masih kata pria jebolan School of Development Studies, University of East Anglia, Inggris, ini, karakter Jokowi-JK yang partisipatoris hendaknya tercermin juga dalam mempersiapkan agenda-agenda revolusi mental yang akan dilaksanakan oleh pemerintah mendatang.
 
"Dengan melibatkan relawan dan masyarakat, Jokowi-JK tidak merasa sendirian dalam menyiapkan pemerintahan transisi yang akan melahirkan pemerintah yang kuat. Para Relawan pun sudah menyatakan dengan tegas akan terus teguh mengawal Jokowi-JK dari kepentingan-kepentingan yang dapat merongrong implementasi revolusi mental," demikian Martin. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya