Berita

ilustrasi/net

Jokowi-JK Tak Butuh Sekedar Menteri Profesional

SELASA, 05 AGUSTUS 2014 | 09:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Jokowi-JK tak sekedar butuh orang-orang profesional untuk duduk di kursi menteri dalam kabinetnya. Pun demikian, Jokowi-JK tak butuh sosok yang sekedar punya basis dukungan massa.

"Aspek penting yang harus ada justru tuntasnya pemahaman dan sikap wawasan kebangsaan para calon kabinet ke depan," kata alumni Kelompok Cipayung, Stefanus Asat Gusma, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 5/8).

Gusma memberi contoh. Jokowi lebih baik mencoret nama bakal calon Menteri Dalam Negeri atau Kapolri yang ragu bila ditanya soal ketegasan terhadap ormas-ormas anarkis berlebel agama. Meskipun bakal calon menteri itu bergelar doktor atau jenderal bintang empat.
 

 
Jokowi juga, lanjut Gusma, pantas membatalkan bakal calon Menteri Agama yang masih bingung dengan landasan Konstitusional terkait dengan kebebasa beribadah warga Indonesia. Meskipun calon menteri itu dinilai punya pengalaman sebagai tokoh ummat.

"Kalau ada calon menteri-menteri bidang ekonomi yang mazhabnya neoliberal, juga mendingan dibatalkan saja meskipun calonnya juga bergelar profesor dan doktor di bidang ekonomi," tegas Gusma. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya