Berita

ilustrasi/net

Mafia Barkeley Dikabarkan Mulai Marengsek untuk Duduk di Kursi Kabinet Jokowi

SELASA, 05 AGUSTUS 2014 | 06:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pertarungan belum usai dengan diputuskan dan ditetapkannya Jokowi sebagai Presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di eksternal, Jokowi-JK masih harus menghadapi gugatan kubu Prabowo-Hatta di Mahkamah Konstitusi (MK).

Di tingkat internal, pertempuran antar-pendukung Jokowi semakin panas. Pertempuran di tingkat internal ini terkait dengan susunan kabinet dan kursi menteri. Kini, dikabarkan, meski di publik selalu menjawab secara diplomatis, namun elit-elit partai di dalam sudah mulai gerah, dan akhirnya melancarkan serangan. Setiap partai merasa punya jasa dan peran masing-masing.

Bukan hanya antar-partai. Pertarungan juga terjadi di dalam internal partai masing-masing. Apa lacur, kursi menteri begitu terbatas, sementara kader partai yang merasa bisa dan mampu begitu antri-berderet. Antar-kader di internal partai mulai saling sikut.


Persoalan lain yang semakin membuat panas suasana adalah mulai merangseknya kelompok-kelompok non-partai. Kini, disebutkan juga, memang ada semacam soliditas di antara politisi. Mereka solid untuk menolak sosok-sosok yang bahkan dinilai bagian dari jejaring Partai Sosialis Indonesia (PSI) atau Sosialis Kanan (Soska) atau bisa juga disebut, meminjam istilah David Ransom, adalah kelompok Mafia Barkeley.

Dikabarkan, kelompok terakhir ini semakin massif mengelilingi Jokowi, dan bahkan beberapa nama sudah mulai dimunculkan dengan beragam pencitraan. Tak heran, ada nama-nama lama yang kembali terpampang, dan ada juga beberapa nama yang tiba-tiba mencuat. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya