Berita

jokowi/net

Jokowi Harus Coba Goda Golkar dan PPP

SENIN, 04 AGUSTUS 2014 | 12:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Memiliki kursi mayoritas di parlemen, tidak menjamin stabilitas hubungan antara eksekutif dan legislatif. Contoh paling mutakhir adalah pemerintahan SBY yang menguasai lebih dari 60 persen kursi di Senayan, namun sering kali dibikin repot oleh parlemen.

"Kuncinya adalah komunikasi. Dalam hal ini, Jokowi harus mampu berkomunikasi dengan parlemen, bila sudah dilantik menjadi presiden," kata Gurubesar hukum tata negara dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 4/8).

Bila Jokowi sadar kurang bisa berkomunikasi dengan baik, saran Asep, maka mau tak mau Jokowi juga harus mencoba untuk menggaet partai politik yang bahkan menjadi kompetitornya di Pilpres. Dengan catatan, partai itu harus bisa komitmen dan loyal mendukung pemerintahan Jokowi-JK, sehingga peristiwa politik yang terjadi pada SBY tak terulang lagi.


"Partai yang mudah digoda dan dirayu adalah Golkar dan PPP. Jokowi bisa mengajak dua partai ini," ungkap Asep, sambil juga mengingatkan bahwa Golkar juga biasa bermain dua kaki sehingga harus ada pengikatnya agar tak bermain liar.

"Tapi ingat, kemampuan komunikasi juga tetap perlu menghadapi parlemen, meski sudah mayoritas," demikian. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya