Berita

ilustrasi/net

GM FKPPI Siap Melawan Ideologi ISIS di Indonesia

SENIN, 04 AGUSTUS 2014 | 10:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Salah satu watak keras Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) adalah melakukan tindak kekerasan dalam memperjuangkan apa yang mereka yakini benar. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapan banyak pihak menolak berdirinya ISIS di Indonesia.

Penolakan tersebut misalnya datang dari Generasi Muda FKPPI DKI Jakarta. Bagi GM FKPPI, Indonesia bukan negara sekuler, dan juga bukan negara agama. Indonesia berdiri dari hasil pengorbanan serta  perjuangan para pendiri bangsa disertakan berkat rahmat Allah Yang Maha Esa sehingga harus dengan tegas menolak ISIS.

Indonesia juga, kata Ketua GM FKPPI Arif Bawono, berdasarkan Pancasila yang melindungi hak-hak keberagamaan seluruh warga negara. Indonesia adalah negara kebangsaan yang beragama, agama apapun di Indonesia yang diakui menurut UU dilindungi bukan diberlakukan.


"Sebagai anak bangsa yang selalu mengawal Indonesa sebagai Negara Pancasila serta mempertahankan keutuhan kedaulatan NKRI dari segala bentuk ancaman dengan ini menolak keras kehadiran paham-paham radikalisme yang dapat mengganggu satabilitas keamanan sosial di masyarakat," kata Arif Bawono beberapa saat lalu (Senin, 4/8).

Bagi Arif, ideologi yang diusung ISIS, jelas tidak sesuai dengan falsafah  berbangsa dan bernegara yang dianut Indonesia sebagai Negara Pancasila. "Bangsa yang majemuk ini tidak mungkin dibangun oleh sebuah keyakinan. Ada banyak keyakinan lain yang mesti dilibatkan dalam menyelesaikan semua persoalan," ujarnya.

GM FKPPI menolak kehadiran ISIS di Indonesia sebagai paham radikalisme yang dapat memprovokasi untuk melakukan tindakan-tindakan anarkhis yang dapat merugikan bangsa yang berdaulat. Karena itu juga, GM FKPPI meminta ketegasan dan kelugasan sikap pemerintah, bahwa paham radikalisme dapat membahayakan keutuhan bangsa dan negara serta bisa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat secara luas dan pada akhirnya bisa mengganggu kehidupan nasional.

"Harus diambil tindakan tegas sebagai upaya deteksi dini pemerintah dalam meredam gerakan-gerakan paham radikalisme," ungkapnya.

Generasi Muda FKPPI akan berada di garda terdepan dalam melawan paham-paham radikalisme yang tidak sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia sebagai Negara Pancasila. "Kami tidak akan mentolerir setiap gerakan ISIS di Indonesia, siapapun dia akan berhadapan dengan GM FKPPI," tandas Arif. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya