Berita

ilustrasi/net

Ingat, Susunan Kabinet Adalah Hak Prerogatif Presiden!

SENIN, 04 AGUSTUS 2014 | 09:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam praktek politik, partai politik yang mengusung calon presiden biasa nimbrung saat menyusun komposisi kabinet. Terlebih lagi, biasanya, di antara motif partai mengusung capres adalah untuk mengisi kursi menteri.

"Dari sisi ini, partai pendukung maupun relawan bisa memberikan masukan kepada capres," kata Gurubesar hukum tata negara Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 4/8).

Namun demikian, Asep mengingatkan. Pertama, masukan itu bisa sangat subyektif dan bahkan berdasarkan pesanan pihak tertentu yang bisa menyandera posisi presiden itu sendiri. Dalam hal ini, Jokowi, yang disebut sebagai Presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa tersandera bila terlalu mengakomodir semua masukan.


Peringatan Asep kedua terkait dengan sisi normatif. Secara normatif, presiden memiliki hak prerogatif dalam menentukan posisi menteri sebagaimana diatur UU. Dari sisi ini, semua pihak harus sadar bahwa masukan mereka tidak harus diakomodir oleh sang presiden, apalagi bila masukannya itu justru akan berbuah destruktif bagi pemerintahan karena begitu sarat kepentingan.

"Dari sisi negatif dan destruktif ini, usulan dari partai atau relawan justru akan menjadi bumerang bagi Jokowi," demikian Asep. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya