Berita

Poempida Hidayatulloh/net

Politik

PKS Sepertinya Lupa NKRI Anut Sistem Republik

MINGGU, 03 AGUSTUS 2014 | 11:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ancaman boikot pelantikan presiden dan wakil presiden yang disuarakan sejumlah politik dianggap terlalu berlebihan. Apalagi sikap itu ditunjukkan saat proses sengketa Pemilihan Presiden di Mahkamah Konstitusi masih berlangsung.

"Luar biasa pendidikan politik yang didapat rakyat NKRI dari berbagai sumber contoh-contoh mulai dari para politisi, ulama, penguasa selama Pileg sampai Pilpres 2014. Indonesia memang hebat," sindir anggota Komisi IX DPR, Poempida Hidayatulloh melalui pesan elektroniknya di Jakarta, Minggu (3/8).

Begitu diutarakan Poempida mengomentari pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera, Gamari Sutrisno yang mengancam untuk memboikot sidang umum MPR dan membentuk Pansus Kecurangan Pemilu di DPR.


"Apakah yang bersuara sedikit lupa bahwa NKRI tercinta menganut sistem republik dengan asas kepemimpinan bersendi daulat rakyat? Rakyat Indonesia harus kita selamatkan," katanya pula.

Dengan semua disiplin keilmuan yang luas, menurut dia, selayaknya semua pihak berkepentingan mampu menunjukkan kedewasaan sikap, toleransi, dan objektivitas yang tinggi. Salah satunya dengan mengikuti dan taat semua proses konstitusi yang sedang berlangsung di MK sampai keluar hasil akhirnya.

"Tetap mendudukkan pendapat untuk tidak memaksakan pendapat, dan selalu siap menerima kebenaran dari siapa pun datangnya," imbuhnya.

Terpenting pula, mengingatkan diri sendiri tentang prinsip relativitas pengetahuan manusia. Sebab, kebenaran mutlak hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.

"Salam Revolusi Mental," tutup Poempida.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya