Berita

vladimir putin/net

Dunia

Putin dan Obama Samakan Sikap Soal Ukraina Lewat Telepon

SABTU, 02 AGUSTUS 2014 | 11:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lewat sambungan telepon Presiden Rusia Vladimir Putin menjelaskan kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama bahwa penerapan sanksi terhadap negaranya terkait krisis yang terjadi di Ukraina merupakan tindakan yang tidak tepat.

"Kepala negara Rusia menggambarkan garis peningkatan sanksi Washington sebagai tindakan yang kontraproduktif dan menyebabkan kerusakan serius pada kerjasama bilateral dan stabilitan internasional secara keseluruhan," kata pernyataan Kremlin pada Jumat (1/8).

Kedua pemimpin negara itu juga sepakat bahwa situasi yang berkembang di Ukraina saat ini bukan merupakan kepentingan nasional negaranya.


Dalam percakapan telepon itu, baik Putin maupun Obama sama-sama menekankan bahwa hal yang paling penting untuk dilaksanakan saat ini adalah mendorong dilakukannya gencatan senjata berkelanjutan di wilayah konflik di timur Ukraina. Namun pada saat yang sama, kedua negara memiliki perbedaan yang signifikan terkait pendekatan untuk melakukan hal tersebut.

Sementara itu menurut keterangan Gedung Putih, dalam percakapan itu Obama menujukkan perhatian mendalamnya soal dukungan Putin terhadap kelomok separatis di timur Ukraina.

"(Obama) memperkuat preferensinya untuk solusi diplomatik bagi krisis di Ukraina," kata pernyayaan itu dikutip Russia Today.

Bukan hanya itu, kedua pemimpin negara itu juga sepakat untuk tetap menjaga komunikasi.

Percakapan telepon yang bermula dari inisiatif Amerika Serikat itu merupakan percakapan pertama yang dilakukan oleh Putin dan Obama pasca tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah konflik di timur Ukraina.

Diketahui bahwa di wilayah tersebut, gerakan separatis pro-Rusia masih terus terjadi dan memicu krisis untuk tetap berlanjut sejak beberapa bulan terakhir. Menyusl hal itu, Amerika Serikat dan Uni Eropa justru mengambil sikap untuk menerapkan sanksi terhadap Rusia dalam sektor perbankan dan energi pada awal pekan ini. [mel]

Populer

UPDATE

Selengkapnya