Berita

tony abbott/net

Dunia

PM Abbott Kirim Pasukan Bersenjata Jaga Lokasi MH-17

MINGGU, 27 JULI 2014 | 15:35 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Rencana Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, mengirimkan 190 personil kepolisian untuk menjaga lokasi kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 telah menimbulkan kontroversi dan keprihatinan.

Langkah Abbott ini merupakan upayanya untuk memastikan bahwa lokasi kecelakaan yang terjadi pada 17 Juli lalu tidak lagi terganggu sehingga dapat membawa mayat-mayat kembali ke negara asal mereka.

"Itu adalah misi kami untuk mengamankan potongan-potongan tubuh mayat, untuk membantu penyelidikan, dan untuk mendapatkan keadilan bagi para korban dan orang yang mereka cintai," kata Abbott di Canberra, Minggu (27/8), dikabarkan media setempat Sydney Morning Herlad.


Pengiriman personil kepolisian ini dilakukan lantaran lokasi kecelakaan adalah daerah yang berada di bawah kendali kelompok separatis bersenjata pro-Rusia yang belum berhenti melakukan pemberontakan melawan pasukan pemerintah Ukraina, meskipun telah menyebabkan jatuhnya pesawat Boeing 777 yang menewaskan semua dari 298 penumpang dan awak kapal. Seperti diketahui, dalam insiden nahas tersebut Australia kehilangan 38 warga negaranya.

Abbott mengatakan, meskipun banyak bahaya dan rintangan, personil bersenjata sangat diperlukan untuk mengamankan situs dan melindungi peneliti.

"Ini adalah pilihan terakhir yang dapat kami lakukan dengan menempatkan personil dalam bahaya. Karena kami ingin membawa pulang mayat-mayat kami. Kami ingin melakukannya secepat mungkin," lanjut Abbott.[wid]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya