Berita

Dunia

Bentrokan Meningkat, Staf Kedubes AS Dievakuasi ke Tunisia

MINGGU, 27 JULI 2014 | 14:49 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Amerika Serikat terpaksa menutup kedutaannya di Libya, Sabtu (26/7). Penutupan kedubes AS dilakukan di tengah meningkatnya bentrokan yang terjadi antar kelompok militan di negara tersebut.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri AS, Marie Harf mengatakan bahwa pihaknya telah mengevakuasi para staf kedubes di Tripoli ke negara tetangga, Tunisia, di bawah pengawalan militer negeri Paman Sam itu. Meski para staf kedubes AS mengambil jalur darat untuk mencapai Tunisia, namun jet tempur F-16 dan pesawat Osprey dikerahkan melakukan pengawalan guna menjamin keamanan selama lima jam perjalanan.

"Mengamankan fasilitas kami dan memastikan keamanan personil kami adalah prioritas penting Kementerian Luar Negeri AS, dan kami tidak akan menganggap ringan soal keputusan ini. Keamanan harus didahulukan. Sayangnya, kita harus mengambil langkah ini karena lokasi kedutaan kami sangat dekat dengan pertempuran dan kekerasan yang sedang berlangsung antara faksi-faksi bersenjata Libya," ujar Har, seperti dikabarkan Associated Press.


Meski tengah mengungsi di Tunisia, Harf menegaskan bahwa staf kedubesnya itu akan tetap bekerja untuk isu-isu Libya. Harf mengatakan, para stafnya baru akan kembali ke Tripoli setelah situasi dianggap aman.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri AS juga telah mendesak kepada warganya untuk tidak pergi ke Libya.

Bentrokan untuk menguasai Bandara Internasional Tripoli adalah letusan terbaru antara mantan pejuang yang pernah berjuang berdampingan melawan Muammar Khaddafi. Namun saat ini, kedua belah pihak saling bersaing melawan satu sama lain dalam perebutan kontrol.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya