Berita

foto:net

Dunia

Rusia Kini Terancam Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2018

MINGGU, 27 JULI 2014 | 12:07 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Insiden kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17, secara bertubi-tubi membawa sial bagi Rusia.

Setelah beragam sanksi diberikan kepada Rusia, mulai dari sanksi Amerika Serikat hingga sanksi ekonomi dan larangan perjalanan dari Uni Eropa, kini negeri yang berada di belahan bumi utara itu juga berpotensi kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah helatan akbar Piala Dunia 2018.

Hal itu tersiar setelah Wakil Perdana Menteri Inggris, Nick Clegg, mengungkapkan keraguan jika Rusia harus menjadi pusat ajang sepakbola empat tahunan itu. Kata Clegg, meski ancaman penarikan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia akan menjadi sanksi politik dan simbolik yang ampuh, namun kebijakan lain juga tetap diperlukan untuk menekan negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu.


"Jika ada satu hal yang dianggap bahwa Vladimir Putin peduli, sejauh yang saya lihat itu hanya sekadar status," ujarnya, seperti dilansir Sunday Times (Minggu, 27/7).

Para pemimpin dunia, lanjut Clegg, tidak akan rela jika Piala Dunia 2018 tetap digelar di Rusia tanpa adanya perubahan mendasar dari Rusia.

"Mungkin mengingatkannya (Putin) bahwa ia tidak dapat mempertahankan status yang sama di dunia jika Anda mengabaikan seluruh dunia. Mungkin kalimat itu akan memiliki beberapa efek pada pemikirannya," tandasnya. [ian]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya