Berita

francois hollande/net

Dunia

Presiden Perancis Umumkan Hari Berkabung Nasional

MINGGU, 27 JULI 2014 | 11:06 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Presiden Perancis, Francois Hollande, mengumumkan hari berkabung nasional selama tiga hari pada Sabtu (26/7) untuk menghormati para korban yang tewas dalam kecelakaan pesawat Air Algerie di Mali.

Hollande memerintahkan bendera di gedung-gedung pemerintah di seluruh negeri dikibarkan setengah tiang selama tiga hari mulai Senin (28/7).

Kesedihan mendalam Hollande ini memang wajar lantaran pesawat yang membawa total 118 orang, mayoritas di antaranya merupakan warga negara Perancis. Tak satu pun di antara mereka yang ditemukan dalam kondisi selamat.


Hollande juga telah bertemu dengan keluarga korban selama tiga jam pada Sabtu sore, dan mengatakan seluruh jenazah akan diterbangkan ke Perancis sesegera mungkin.

Ia memastikan keluarga korban mendapatkan akses untuk melakukan perjalanan ke lokasi kecelakaan.

"Sebuah batu nisan akan didirikan di lokasi kejadian sehingga tidak ada yang pernah lupa bahwa di sana bahwa 118 orang tewas," kata Hollande, dikabarkan Reuters.

Sementara itu, walikota Gossi, Mali Utara, Moussa Ag Almouner, mengatakan bahwa mayat-mayat sudah tidak dapat dikenali lagi.

"Tidak ada mayat dapat dikenali karena hancur dan terbakar. Ini sungguh memilukan dan sulit bagi setiap orang untuk kuat. Ini akan membuat anda tidak nafsu makan. Lebih baik untuk tidak pergi (ke lokasi kejadian) dan melihat," tambahnya, usai dari lokasi jatuhnya pesawat.

Pesawat Air Algerie AH5017 hilang dalam perjalanan dari Burkina Faso menuju Aljazair (Kamis, 24/7). Pesawat hilang setelah terbang selama 50 menit di atas Gurun Sahara di Mali.

Dugaan sementara kecelakaan terjadi akibat faktor cuaca buruk, mengingat pilot pesawat sempat meminta perubahan arah beberapa saat sebelum kehilangan kontak dengan pengawas udara.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya