Berita

hasto kristanto/net

Politik

PDIP: Sungguh Tak Terpuji Ancaman Hambat Pelantikan Jokowi

MINGGU, 27 JULI 2014 | 10:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ancaman anggota Komisi II dari PKS, Gamari Sutrisno, yang menyatakan bahwa jika koalisi Prabowo-Hatta tidak menghadiri Sidang Umum MPR maka pelantikan bisa saja tidak terjadi, haruslah dicermati. Namun dipastikan ancaman itu akan surut di tengah jalan.

"Siapapun yang menjunjung tinggi hukum demokrasi, tidak akan memiliki keberanian moral untuk melawan suara rakyat," kata Wakil Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, beberapa waktu lalu (Minggu, 27/7).

Menurut Hasto, patut disayangkan, ketika kedaulatan rakyat telah disuarakan, kini masih muncul berbagai ganjalan ketidakpuasan. Serangan seolah Pemilu Presiden curang dan munculnya kepungan kekuatan koalisi  untuk menganjal pelantikan Jokowi terus saja terjadi.


Hasto meminta seluruh pihak hendaknya memiliki sikap bijak untuk keutuhan negeri. Proses politik yang telah berjalan secara damai, janganlah dikotori atau dikerdilkan oleh berbagai bentuk tindakan politik yang mengebiri suara rakyat.

"Biarlah seluruh ambisi kekuasaan melebur di hari fitri, menjadi keteladan politik untuk mengabdi sepenuhnya kepada rakyat, sang pemilik kedaulatan negeri," harapnya.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Hasto berharap membuat semua pihak bersyukur untuk menggunakan momentum  tersebut, sebagai proses saling memaafkan dan membangun hubungan baik untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar.

"Rekonsiliasi nasional melalui salam 3 jaripun harus terus menerus kita bumikan, agar bangsa ini menjadi satu, dan berdiri kokoh menatap masa depan," lanjut Hasto.

Mengingat momen Lebaran, maka religiusitas  yang muncul pun adalah sikap mengedepankan kebaikan, menjunjung tinggi nilai-nilai moral, dan mengumandangkan kebenaran setelah menjalankan ibadah puasa satu bulan lamanya.

"Pemilu Presiden yang dijalankan pada saat bulan yang penuh rahmat itupun, seharusnya kian memastikan bahwa rakyat telah mengambil keputusan terbaik terhadap pemimpin nasionalnya yang merakyat, yakni Jokowi," tutupnya.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya