Berita

prabowo subianto/net

Politik

Iwan Laksono: Gugatan ke MK Mengada-ada, Pilpres 2014 Tidak Sempurna Tapi yang Terbaik

JUMAT, 25 JULI 2014 | 22:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Langkah kubu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menggugat hasil pemilihan presiden ke Mahkamah Konsitusi diapreasiasi. Namun jaringan aktivis pendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla tak yakin bahwa keputusan MK akan diterima kubu Prabowo-Hatta seandainya tidak memenangkan pasangan yang didukung Koalisi Merah Putih itu.

“(Membawa masalah ini ke MK) agar masyarakat tidak dibuat gaduh oleh klaim dan isu yang tak mendasar bahwa KPU (Komisi Pemilihan Umum) melakukan kecurangan secara sistematis untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK,” demikian dikatakan Ketua Umum Jaringan Kemandian Nasional (Jaman) A. Iwan Dwi Laksono kepada redaksi malam ini (Jumat, 25/7).

Menurut Iwan, selain organisasi yang dia pimpin, dua organisasi pendukung Jokowi-JK lainnya, yakni Komite Rakyat Nasional (Kornas) yang dipimpin Abdul Havid Permana dan Sentral Gerakan Rakyat Jokowi-JK (Segera JJ) yang dipimpin Akrom Saleh juga punya sikap sama.


“Kami yakin bahwa putusan MK tidak akan mereka anggap adil jika tidak memenangkannya (Prabowo-Hatta). Karena dari awal watak Prabowo dan timses tidak bisa legowo dan bersikap dewasa atas proses demokrasi,” sambungnya.

Menurut Iwan dan kawan-kawannya, bukan tidak mungkin apabila keputusan MK tidak berpihak kepada kubu Prabowo-Hatta, maka hakim konstitusi yang mengadili perkara ini pun akan dihujani dengan bermacam-macam tuduhan seperti yang dialami anggota KPU.

Kecurigaan kubu Prabowo-Hatta sebut dia lagi sudah sampai taraf over dosis.

Selanjutnya, masih kata Iwan, walau tidak sempurna tapi yang jelas Pilpres 2014 adalah yang terbaik. Terobosan KPU membuka akses formulir C1, misalnya, patut diapresiasi.

“Selain manual secara berjenjang dari KPPS hingga KPU Pusat, setiap tahapan penghitungan suara bisa kita lihat diwebsite KPU secara gamblang, transparansi dan partisipasi masyarakat sangat kuat dalam proses perhitungannya. Sehingga permasalahan dalam perhitungan suara sudah dipastikan beres sebelum naik ke perhitungan tahap selanjutnya,” urai Iwan.

Dia pun menyayangkan klaim kemenangan kubu Prabowo-Hatta sementara perbedaan suara menurut penghitungan KPU lebih dari 8 juta.

Jaman, Kornas dan Segera JJ juga menyoroti permintaan kubu Prabowo-Hatta agar Presiden SBY menernitkan Perppu khusus yang memungkinkan SBY memperpanjang masa jabatan sampai pemilihan presiden diulang. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya