Berita

hasto kristiyanto/net

Kembali pada Kekuatan Rakyat Jadi Cara Jokowi Hadapi Gugatan di MK

JUMAT, 25 JULI 2014 | 16:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kembali pada kekuatan rakyat adalah cara Jokowi menghadapi kepungan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), PTUN dan proses politik di DPR.

"Sebab Jokowi sejak awal memiliki keyakinan politik bahwa basis legitimasi yang diberikan rakyat melalui dukungan ribuan relawan, dan puluhan juta rakyat yang bergerak dalam satu kesatuan semangat perubahan menjadi benteng terkuat Jokowi untuk menghadapi gerakan ketidakpuasan tersebut," kata Wasekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Jumat, 25/7).

Pihak Jokowi-JK menyadari sepenuhnya bahwa penyelesaian sengketa hasil pemilu melalui MK merupakan cara terbaik yang tersedia sesuai perintah Konstitusi. Karena itu Hasto menekankan bahwa pihaknya percaya bahwa MK akan berdiri kokoh menjadi benteng demokrasi dan tidak akan mengulangi pengalaman terburuk lembaga tersebut ketika dipimpin oleh Akil Mochtar.


Karenanya, MK harus menempatkan dirinya pada tugas bernegara tersebut dengan tetap mengedepankan sikap kenegarawanan dimana hukum berupa keadilan akan benar-benar diterapkan. Semua pihak pun harus memahami bahwa Konstitusi adalah nyawanya kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Tidak boleh ada satu pihakpun yang bertindak sepihak dan memaksakan kehendaknya hanya karena ambisi kekuasaan," kata Hasto, yang juga percaya MK yang sedang memulihkan dirinya akan mampu berdiri kokoh sebagai benteng demokrasi.

"Jangan sampai legitimasi rakyat yang begitu kuat diabaikan hanya karena obsesi terhadap berbagai bentuk kecurangan," ujarnya.

Dia melanjutkan bahwa memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki dalam sistem pemilu Indonesia. Namun apapun, terbukti rakyat telah memberikan kepercayaan yang begitu kuat.

"Rakyat telah bersuara dan itulah suara kebenaran yang harus terus menerus kita dengarkan," lanjutnya.

Hasto juga menyatakan Tim Jokowi-JK akan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya terhadap proses hukum dan politik yang sedang dijalankan oleh Tim Prabowo-Hatta. Meskipun proses itu telah berjalan, namun tekad untuk Indonesia satu yang disuarakan melalui salam tiga jari, tetap tidak akan berhenti dikumandangkan.

"Salam tiga jari adalah gerak rekonsiliasi nasional yang muncul dari jiwa terdalam untuk Indonesia yang lebih baik," tandasnya. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya