Berita

prabowo dan jokowi/net

Politik

Otto Hasibuan: Jokowi Tidak Boleh Anggap Enteng Prabowo

JUMAT, 25 JULI 2014 | 14:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-JK harus tetap menghormati rivalnya Prabowo-Hatta yang mendaftarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Otto Hasibuan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/7).

"Ada baiknya Jokowi meminta pendapat Prabowo dalam membangun bangsa ini, termasuk dalam penyusunan kabinet. Biar bagaimana pun Prabowo itu didukung oleh 47 persen lebih pemilih (rakyat Indonesia), jadi suara rakyat tersebut tidak boleh diabaikan," kata dia.


Otto menjelaskan, meskipun secara hukum mungkin gugatan ke MK kurang kuat, tetapi secara politik kedudukan pihak Prabowo sangat kuat dan tidak boleh dianggap main-main.

"Sebelum pelantikan presiden, belum lah kita bisa menganggap masalah sudah selesai. Jadi kalau kita menyatakan kemenangan Jokowi adalah kemenangan rakyat maka itu berarti Prabowo-Hatta memiliki andil di sana sebesar 47 persen rakyat Indonesia," tambahnya.

Otto mengingatkan Indonesia tidak mengenal partai oposisi seperti di negara lain. Sehingga pada prinsip the winner take all tidak berlaku dalam negara kesatuan republik Indonesia.

Gotong royong adalah prinsip yang dianut selama ini. Jadi wajar kalau Jokowi harus tetap menghormati Prabowo-Hatta dan meminta pendapat mereka untuk menentukan jalannya pemerintahan demi persatuan dan kesejahteraan rakyat.
"Kemenangan Jokowi adalah kemenangan rakyat, jangan hanya di bibir saja," demikian Otto Hasibuan. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya