Berita

joko widodo/net

Politik

AS Hikam: Alamak, JK Sudah Mulai Ngeyel

JUMAT, 25 JULI 2014 | 14:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengamat politik DR. Muhammad AS Hikam menyoroti prilaku wakil presiden terpilih Jusuf Kalla yang menurutnya sudah mulai berani memperlihatkan perbedaan pandangan dan pendapat dengan presiden terpilih Joko Widodo.

Hal ini berkaitan dengan keinginan Jokowi menggunakan semacam sistem lelang untuk mengisi jabatan-jabatan publik. Di sisi lain, JK mengatakan dirinya kurang setuju dengan cara itu.

“Pelantikan jabatan saja belum terjadi, Jusuf Kalla (JK) sudah mulai 'udur' alias berbeda pandangan dengan boss-nya soal mekanisme rekrutmen para anggota kabinet. Ini sebetulnya secara etis tidak boleh terjadi dan memalukan,” tulis AS Hikam di laman Facebook miliknya beberapa saat lalu (Jumat, 25/7).


Hikam mengingatkan bahwa presiden adalah bos dari wapres, bukan setara. JK pun mesti diingatkan lagi dengan prinsip sistem Kabinet Presidensil sehingga tidak mengulang hal yang pernah dia sampaikan ketika mendampingi SBY, bahwa posisi wapres itu bukan pembantu presiden.

Akibat dari pernyataan itu, terjadi disharmoni selama lima tahun dan akhirnya JK tidak diajak lagi sebagai partner.

“Kebiasaan JK untuk ngeyeli presiden ini mesti dicegah, karena hal ini akan menjadi salah satu pintu masuk bagi plintiran bahwa pasangan Presiden Jokowi itu tidak kompak. Sebagai orang yang sejak awal mengingatkan kecenderungan JK ini, saya tentu berharap bahwa kabar seperti ini akan segera bisa di-clear-kan,” sambungnya.

“JK lebih baik tutup mulut saja kalau sudah urusan hak prerogatif presiden. Kalau ia ingin memberi masukan, tidak perlu membuat rapat atau pengumuman di media. Apalagi jika hasil Pilpres saja masih akan digugat di MK!” sambungnya.

Mantan anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, jabatan menteri adalah prerogatif presiden. Begitu juga dengan cara kepala pemerintahan mengangkat para pembantunya.

“Jangankan JK, bahkan Mbak Megawati Soekarnoputri (MS) saja tidak berhak untuk campur tangan secara resmi. Semua presiden mempunya cara menyeleksi calon menterinya,” masih katanya sambil menyarankan JK meniru Boediono. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya