Berita

foto:net

Politik

Menagih Janji Jokowi: Kemensos dari Profesional Pekerja Sosial

JUMAT, 25 JULI 2014 | 11:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) selalu diisi oleh kalangan perguruan tinggi, dan Kementerian Kesahatan (Kemkes) oleh dokter. Lalu kapan Kementerian Sosial (Kemensos) akan diisi oleh profesional pekerja sosial.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Advokasi Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) M. Ihsan kepada redaksi, Jumat (25/7).

Praktek pekerjaan sosial ada di setiap setting kehidupan masyarakat seperti keluarga, sekolah, masyarakat, industri, rumah sakit, penjara, dan seterusnya. Ketidakhadiran profesi ini mengakibatkan akar permasalahan tidak tuntas. Selintas terlihat masalah selesai, tapi ibarat api dalam sekam.


"Dibutuhkan sentuhan praktek pekerjaan sosial, tapi masyarakat tidak tahu kemana harus mencari praktisi pekerja sosial profesional. Disinilah peran pemerintah menyiapkan regulasi, kebijakan dan program di bidang kesejahteraan sosial," ujar Ihsan.

Negara maju membangun sistem kesejahteraan sosial dan menempatkan praktek pekerjaan sosial dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Kebijakan ini mampu mengangkat harkat dan martabat setiap warga negaranya.

Di Indonesia, kata Ihsan, ada 37 kampus menyelengarakan pendidikan kesejahteraan sosial. Karena selama ini Kemensos belum pernah dipimpin oleh ahli kesejahteraan sosial, sehingga potensi yang besar ini tidak terfasilitasi dengan baik untuk membangun sistem kesejahteraan sosial di Indonesia.

Darimana diperoleh ahli kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial? Pada masa transisi saat ini, kalangan birokrat dilingkungan Kemensos yang berlatar belakang pekerjaan sosial sangat tepat untuk memimpin Kementerian Sosial untuk meletakan prinsip dan konsep kesejahteraan sosial secara tepat. Banyak ahli dan praktisi pekerjaan sosial di Indonesia bahkan diakui dunia Internasional, selama ini mereka tidak mendapat perhatian oleh pemerintah sehingga tidak dikenal oleh masyarakat sebagai profesi layaknya dokter dan profesi lainnya.

"Janji Jokowi untuk menempatkan kalangan profesional dalam kabinetnya menjadi harapan baru bagi kalangan praktisi pekerjaan sosial di Indonesia," demikian Ihsan. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya