Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) selalu diisi oleh kalangan perguruan tinggi, dan Kementerian Kesahatan (Kemkes) oleh dokter. Lalu kapan Kementerian Sosial (Kemensos) akan diisi oleh profesional pekerja sosial.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Advokasi Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) M. Ihsan kepada redaksi, Jumat (25/7).
Praktek pekerjaan sosial ada di setiap setting kehidupan masyarakat seperti keluarga, sekolah, masyarakat, industri, rumah sakit, penjara, dan seterusnya. Ketidakhadiran profesi ini mengakibatkan akar permasalahan tidak tuntas. Selintas terlihat masalah selesai, tapi ibarat api dalam sekam.
"Dibutuhkan sentuhan praktek pekerjaan sosial, tapi masyarakat tidak tahu kemana harus mencari praktisi pekerja sosial profesional. Disinilah peran pemerintah menyiapkan regulasi, kebijakan dan program di bidang kesejahteraan sosial," ujar Ihsan.
Negara maju membangun sistem kesejahteraan sosial dan menempatkan praktek pekerjaan sosial dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Kebijakan ini mampu mengangkat harkat dan martabat setiap warga negaranya.
Di Indonesia, kata Ihsan, ada 37 kampus menyelengarakan pendidikan kesejahteraan sosial. Karena selama ini Kemensos belum pernah dipimpin oleh ahli kesejahteraan sosial, sehingga potensi yang besar ini tidak terfasilitasi dengan baik untuk membangun sistem kesejahteraan sosial di Indonesia.
Darimana diperoleh ahli kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial? Pada masa transisi saat ini, kalangan birokrat dilingkungan Kemensos yang berlatar belakang pekerjaan sosial sangat tepat untuk memimpin Kementerian Sosial untuk meletakan prinsip dan konsep kesejahteraan sosial secara tepat. Banyak ahli dan praktisi pekerjaan sosial di Indonesia bahkan diakui dunia Internasional, selama ini mereka tidak mendapat perhatian oleh pemerintah sehingga tidak dikenal oleh masyarakat sebagai profesi layaknya dokter dan profesi lainnya.
"Janji Jokowi untuk menempatkan kalangan profesional dalam kabinetnya menjadi harapan baru bagi kalangan praktisi pekerjaan sosial di Indonesia," demikian Ihsan.
[rus]