Berita

husni kamil manik/net

Politik

PILPRES 2014

Tidak Benar Ketua KPU Terima Suap Menangkan Jokowi-JK

KAMIS, 24 JULI 2014 | 06:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik membantah telah menerima suap Rp 25 miliar dari sejumlah pengusaha keturunan untuk memenangkan Joko Widodo sebagai capres terpilih melalui manipulasi rekapitulasi suara. Husni menegaskan tuduhan tersebut sebagai fitnah untuk memojokan dirinya.

"Sama sekali kabar itu tidak benar," kata Husni kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam (Rabu, 23/7).

Husni juga membantah kabar yang menyebut dirinya telah memenuhi panggilan Presiden SBY di Cikeas setelah mengumumkan rekapitulasi suara Pilpres 2014 pada Senin malam (22/7). Dikatakan dia, kabar bahwa dalam pertemuan tersebut SBY menyodorkan data real count Pilpres 2014 milik Cikeas yang memenangkan Prabowo-Hatta juga sebagai fitnah.


"Tidak satupun tuduhan itu yang benar," tegas dia.

Meski begitu Husni tak mau berprasangka buruk terkait fitnah yang dialamatkan terhadap dirinya pasca pengumuman pemenangan pilpres 2014 itu. Dia mendoakan pelaku yang memfitnah dirinya menyadari bahwa apa yang dilakukannya sangat tidak mendidik masyarakat.

"Bagaimanapun, itu tidak akan merubah hasil pemilu presiden yang telah ditetapkan," demikian Husni.

Tudingan Husni Kamil Manik dan timnya menerima suap Rp 25 miliar terkait Pilpres 2014 terpancar luas melalui pesan berantai BlackBerry Messenger (BBM). Dalam pesan itu disebutkan suap diberikan karena Husni telah memelintir hasil real count dan memenangkan pasangan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014. Tidak ada nama si pembuat pesan, namun diklaim pesan berdasarkan laporan intelijen.

Dalam pesan disebutkan sogokan diterima Husni beserta timnya dari pengusaha keturunan dan pihak asing yang afiliasi politiknya sejak awal kepada Jokowi. Sogokan, masih kata pesan itu, ditransaksikan oleh dua purnawirawan jenderal TNI yang menjadi tim sukses Jokowi-JK.

Pada bagian lain pesan tertulis informasi bahwa Presiden SBY turun gunung terkait berbagai kecurangan Pilpres yang  terjadi. Presiden SBY bersama Menko Polkam, Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri, Mendagri, memanggil Ketua KPU ke Cikeas tak lama setelah pengumuman rekapitulasi suara Pilpress 2014.

"SBY buka tabulasi data yang cikeas punya, ternyata hasilnya Prabowo yang menang (54,75%) Jokowi (46,23%)," demikian isi pesan itu.

Sebelumnya, Husni juga diterpa tudingan telah bertindak tidak netral dalam menyelenggarakan Pilpres 2014. Tudingan tersebut disebar sembari memunculkan foto Husni bersama sejumlah orang yang disebut-sebut timses Jokowi-JK. Terkait tudingan ini, Husni sudah menyampaikan bantahan dan menegaskan bahwa orang-orang yang bersama dirinya dalam foto bukanlah timses Jokowi-JK, melainkan teman-teman semasa sekolah di MAN 1 Medan. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya