Ratu Maxima dari Belanda tak dapat menahan air matanya ketika menyambut jasad-jasad korban jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 yang tiba di bandara Eindhoven pada Rabu sore (23/7).
Ratu Maxima yang duduk bersama sejumlah anggota keluarga kerajaan, Perdana Menteri Mark Rutte, serta kerabat korban itu terlihat emosional ketika 40 jasad yang dikirim dalam gelombang pertama itu disambut dengan upacara duka. Ia terlihat memegang erat tangan Raja Willem-Alexander untuk menenangkan diri dan beberapa kali tertangkap menyeka air matanya.
Demi menghormati datangnya para korban, pemerintah Belanda menetapkan hari tersebut sebagai hari berkabung nasional.
Jasad-jasad itu sendiri diangkut oleh dua pesawat militer dari bandara Kharkiev Ukraina. Jasad korban lainnya akan dikirim secara berkala ke Belanda untuk dilakukan proses identifikasi yang diprediksi akan menelan waktu beberapa bulan.
Setelah tiba di Eindhoven, para korban dibawa dengan menggunakan iring-iringan ke barak militer Kaporaal van Oudheusden di Hilversum untuk dilakukan proses evakuasi.
"Begitu korban diidentifikasi pertama dan terutama keluarga akan dihubungi dan tidak ada orang lain. Yang bisa memakan waktu beberapa minggu atau beberapa bulan," kata Rutte dikabarkan
Daily Mail.
Sebelumnya, sekitar 200 jasad korban yang sempat ditahan kelompok pemberontak di dekat lokasi jatuhnya pesawat itu berhasil dikirim dengan kereta api ke wilayah Kharkiev ukraina. Dari Kharkiev, jasad-jasad itu kemudian diterbangkan ke Belanda.
Sebanyak 150 pakar ditarik untuk mengidentifikasi para korban, termasuk di antaranya adalah polisi, personil militer, dokter gigi forensik dan petugas medis lainnya. Mereka akan membantu mengidentifikasi para jasad.
"Kami telah mengumpulkan sampel DNA, rambut, sidik jari, informasi tentang bekas luka atau tato atau tahi lalat," kata pimpinan tim investigasi forensik nasional Belanda, Jos van Roo.
Belanda sendiri menjadi negara yang warga negaranya paling banyak menjadi korabn dalam jatuhnya pesawat naas tersebut. Dari total 298 orang dalam penerbangan yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu, 193 di antaranya merupakan warga negara Belanda. [mel]