Berita

lalu mara/net

Omongan Nusron Wahid Bukti Kegalauan Karena Sudah Dipecat

KAMIS, 24 JULI 2014 | 00:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Gugatan terhadap masa kepemimpinan Aburizal Bakrie sebagaimana disampaikan Nusron Wahid sangat tidak berdasar. Bahkan Nusron terlihat tidak memahami keputusan-keputusan yang ada tubuh Golkar dengan menyebut harus ada evaluasi kinerja elit Golkar melalui Munas 2014.

"Mungkin karena nggak pernah ikut rapat dia nggak pernah tahu masa bakti pengurus DPP Partai Golkar," kata Wakil Sekjen DPP Holkar, Lalu Mara Satria Wangsa, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 24/7).

Lalu Mara kembali mengingatkan bahwa masa kepengurusan DPP Golkar yang dipimpin Aburizal Bakrie  baru akan berakhir pada tahun 2015. Hal ini sesuai dengan keputusan Munas VIII Golkar pada tahun 2009.


"Keputusan Munas tahun 2015 diputuskan pada forum Munas, forum pengambil keputusan tertinggi. Demikian halnya dengan AD/ART juga produk Munas, jadi tak ada yang perlu dipertentangkan," ujar Lalu Mara.

Soal masa bakti enam tahun, Lalu Mara juga mengingatkan bahwa ini bukan kali pertama dan biasa saja. Di masa Akbar Tanjung, juga kepemimpinahn Golkar berlangsung enam tahun, dari 2008 sampai 2004. Hal yang sama juga terjadi terjadi pada periode 1971-1977.

Terkait dengan kritik Nusron yang menyebut Aburizal Bakrie gagal dalam pemilihan legislatif, Lalu Mara menjelaskan bahwa memang perolehan suara Golkar di Senayan menurun. Namun perlu dicatat, dilihat dari perolehan suara, justru suara Golkar di masa Aburizal naik sekitar 4,5 juta suara.

"Soal penurunan jumlah kursi ini telah dibahas DPP Golkar pada rapat pleno Jumat pekan lalu. Rapat pleno harian telah memberi catatan kepada pengurus yang akan datang untuk mencermati penyusunan UU pemilu. Jangan seperti saat ini, meski suara Golkar naik 4 juta lebih tapi saat di konversi jadi kursi menurun," ujarnya.

Di masa Aburizal Bakrie, tambah Lalu Mara, justru banyak prestasi ditorehkan. Misalnya terlihat dari hasil beberapa pilkada-pilkada, yang melampaui target yang telah ditentukan.

"Soal jumlah kepala daerah juga melampaui taget hampir 60 persen memenangkan pilkada: gubernur, bupati, dan walikota. Apa yang disampaikan Nusron semata-mata kegalauan dia sebagai caleg yang raihan suara tertinggi tapi diberhentikan," demikian Lalu Mara. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya