Berita

trimedya/net

Tim Hukum Jokowi-JK Siap Hadapi Gugatan Prabowo-Hatta di MK

RABU, 23 JULI 2014 | 23:07 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tim Hukum Jokowi-JK siap menghadapi proses hukum bila pasangan Prabowo-Hatta mengajukan gugatan atas penetapan hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Demikian disampaikan Ketua Tim Hukum Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan, dalam konferensi pers di Posko Pengaduan Pilpres Pasangan Jokowi-JK, Jakarta Pusat (Rabu, 23/7).

"Kami siap menghadapi jika dalam waktu 3 x 24 jam ini pasangan Prabowo-Hatta mengajukan gugatan ke MK. Kami bahkan siap untuk menjadi pihak terkait dalam gugatan tersebut," ungkap Trimedya Panjaitan, yang didampingi 100 pengacara seperti Junimart Girsang, Tommy Sihotang, Sugeng Teguh Santosa, dan juga Taufik Basari.


Kesiapan Tim Hukum dalam menghadapi gugatan, kata Trimedya, karena pihaknya juga punya data atas sedikitnya 120 dugaan kecurangan yang merugikan pasangan Jokowi-JK. Jadi terhadap itu, Trimedya mengatakan pihaknya saat ini dalam posisi menunggu apakah dalam waktu 3 x 24 jam pasangan Prabowo-Hatta mengajukan gugatan ke MK atau tidak.

"Kami mengharapkan tidak ada sengketa di MK mengingat selisih yang besar antara perolehan suara Jokowi-JK dibandingkan Prabowo-Hatta yaitu 8.421.389 atau setara 6,3 persen," ujarnya, sambil mengatakan selisih suara sebesar 8,4 juta itu berdasarkan pengalamannya mengikuti persidangan di MK akan sangat sulit dibuktikan.

"Apalagi kami juga punya bukti-bukti sebaliknya, yaitu bukti-bukti kecurangan yang justru merugikan pasnagan Jokowi-JK. Namun demikian kami menghormati hak pasangan Prabowo-hatta untuk mengajukan gugatan ke MK, dan kami siap untuk menghadapinya," tambah anggota Komisi III DPR ini.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik Basari menambahkan bahwa pihaknya dalam posisi siap-siap saja, kalau ada pengajuan gugatan terkait rekapitulasi.

"Hanya saja, kami berharap ini segera selesai, dan Pak Jokowi JK sebagaimana telah ditetapkan oleh KPU sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih bisa segera menyiapkan untuk membentuk pemerintahan baru dengan keriangan dan kegembiraan," ungkapnya. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya