Berita

Ratusan Anggota GP Ansor Botakin Kepala Sebagai Bentuk Sukacita

SELASA, 22 JULI 2014 | 23:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Gerakan Pemuda Ansor bersukacita atas kemenangan Jokowi-JK. Selain merayakan dengan musik dan shalawat, sejumlah kader termasuk Ketua GP Ansor Nusron Wahid pun mencukur rambut.

Acara ini digelar di Markas GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa sore (22/7) hingga malam hari. Mereka sudah berkumpul sejak KPU merekapitulasi akhir suara pilpres 2014.

Satu persatu kader GP Ansor dicukur rambutnya oleh para tukang cukur yang sudah disediakan. Di belakang mereka, berkumandang salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Bendera dan panji-panji kebesaran GP Ansor terus dikibarkan.


Menjadi istimewa karena Nusron Wahid juga turut menggunduli rambut di kepalanya. Mengenakan baju koko warna putih, politisi Partai Golkar yang mendukung Jokowi itu langsung duduk di kursi untuk digunting rambutnya.

Sambil digunting, Nusron menyampaikan salam dua jari. Hanya dalam sekejap, rambut Nusron sudah nyaris habis. Tinggal sekitar satu centimeter.

"Ini adalah nazar saya. Saya punya nazar kalau pilihan kita menang, saya yakin benar plihan kita, saya punya nazar potong rambut bersama seribu banser," kata Nusron.

Saat ini, kata dia, di Kantor GP Ansor ada sekitar 200 lebih anggota Ansor yang menggunduli kepalanya. Belum lagi di daerah-daerah lain.

"Ini menandakan bahwa itu kembali kepada fitrah yang suci. Kita menyongsong Indonesia baru, pemerintahan baru, dimaknai kepala yang baru (gundul). Ini rambut untuk menghapus dosa-dosa. Kita ingin memulai babak baru, demokrasi baru, menciptkan clean goverment dan good governance," kata Nusron.

Dia pun berharap pemimpin yang baru nanti tidak main-main dan menjadikan rakyat mainan. Lebih jauh Nusron mengucapkan selamat kepada Jokowi-JK karena sudah terpilih jadi presiden dan wapres terpilih dan tinggal menunggu pelantikan. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya