Berita

hasto/net

Prabowo Terlihat Tak Percaya Demokrasi

SELASA, 22 JULI 2014 | 15:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selain tidak bijak, pernyataan Prabowo Subianto yang menolak hasil pilpres juga menunjukkan ketidakpercayaan pada demokrasi. Padahal demokrasi memerlukan penghormatan dan kepatuhan terhadap aturan main.

"Kekuatan demokrasi terletak pada kemampuan membuat konsensus berdasarkan aturan hukum dan mekanisme yang disepakati bersama," kata Jurubicara Tim

Kampanye Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Selasa, 22/7).
Sepengetahuan Hasto, sebagai bagian dari persyaratan administratif dalam pendaftaran pasangan calon antara lain adanya pernyataan yang menyatakan larangan bagi pasangan calon untuk mengundurkan diri. Lebih-lebih dalam situasional ketika rakyat yang berdaulat telah memberikan suaranya.

Sepengetahuan Hasto, sebagai bagian dari persyaratan administratif dalam pendaftaran pasangan calon antara lain adanya pernyataan yang menyatakan larangan bagi pasangan calon untuk mengundurkan diri. Lebih-lebih dalam situasional ketika rakyat yang berdaulat telah memberikan suaranya.

Untuk itu, Tim Jokowi-JK mengharapkan semua pihak untuk tetap tenang, dan biarlah Bawaslu menyikapi hal ini. Pendukung Jokowi-JK sendiri diinstruksikan tetap tenang, dan sepenuhnya mempercayakan kekuatan demokrasi pada kehendak rakyat.

Atas kejadian tersebut, Hasto juga mengajak kepada semua pihak untuk mengedepankan ketaatan pada aturan main. Dia mengajak semua pihak menjaga sepenuhnya suasana kebatinan rakyat yang menghendaki agar bangsa ini melangkah dengan penuh kematangan di dalam menjalankan seluruh mekanisme demokrasi.

"Dalam situasi saat ini dimana rakyat telah menyatakan pilihannya, maka tidak ada satu pihakpun yang mampu mendeligitimasi seluruh tahapan pemilu," demikian Hasto. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya