Berita

Yusril Ihza Mahendra/net

Politik

PILPRES 2014

Pesan Yusril Ihza Kepada Prabowo dan Jokowi

SELASA, 22 JULI 2014 | 15:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Yusril Ihza Mahendra mengajak dua pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK legowo menerima keputusan rekapitulasi suara hasil Pilpres 2014 oleh KPU.

"Pasangan yang manapun yang menang atau kalah, saya ajak untuk sama-sama menghormati hukum yang berlaku. Mungkin akan ada pasangan yang tidak puas dalam Pilpres. Hal itu wajar saja. Bagi yang tidak puas silahkan menempuh jalur hukum," kata dia lewat akun twitter @Yusrilihza_Mhd, Selasa (22/7).

Pakar hukum tata negara ini melanjutkan, kalau sudah menempuh jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK), masih tidak puas juga, Yusril menyarakan mengambil hikmahnya. Jangan ada pihak yang memicu keributan karena tidak puas.


"Utamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segala-segalanya. Jangan sampai negara rusak binasa karena ketidakpuasan. Cukup katakan, ya apa boleh buat, walau tidak puas, inilah hasil maksimal yang bisa dicapai dalam perjalanan demokrasi bangsa kita," ujar Yusril.

Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) ini menambahkan, jabatan dan kekuasaan bukanlah segala-galanya. Ada atau tidak ada jabatan bukanlah apa-apa. Bahkan mungkin lebih baik tidak ada saja.

"Kadang-kadang kita benci sesuatu, tapi sesungguhnya itu baik buat kita. Sebaliknya kita suka sesuatu, tapi sesungguhnya itu tidak baik buat kita. Hidup terkadang penuh dengan misteri yang tak dapat kita pahami ketika ia sedang terjadi, maka bersabarlah," terangnya.

"Itu saja pesan saya. Utamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segala2nya," demikian Yusril Ihza. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya