Berita

JENDERAL BUDIMAN/net

Politik

Budiman Bantah Sebut SBY "Kapal Karam"

SELASA, 22 JULI 2014 | 11:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman membantah pernah menyebut pemerintahan Presiden SBY ibarat "kapal karam", karena itu patut ditinggalkan.

"Tidak pernah sama sekali (menyebut SBY kapal karam). Saya ksatria, bukan tipe pengkhianat," kata dia disela acara 'Apel Siaga Pasukan TNI dalam Rangka Pengamanan Pilpres 2014', di Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa (Selasa, 22/7).

Budiman pun menepis berbagai isu terkait pemberhentian dirinya yang dilakukan menjelang penetapan hasil rekapitulasi KPU sore ini, salah satunya menyebut pemerintahan SBY ibarat "kapal karam". Pernyataan tersebut sempat membuat SBY menjadi berang.


Menurut dia, dalam pergantian dirinya, tidak ada masalah yang menjadi latar belakang. Semua berjalan sesuai dengan prosedur, yakni dilakukan menjelang masa pensiunnya.

"Gak ada masalah, itu saja. Gak usah saya jelaskan," tandas Budiman, sambil mengaku dirinya baru mengetahui pemberhentian dirinya sebagai KSAD setelah Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menelponnya pada Senin sore (21/7).

Ia menambahkan, dalam waktu yang terbatas ini, langkah terpenting yang sekarang harus dilakukan, yakni menjaga keamanan Pilpres. "Saya harus menjaga keamanan pelaksanaan pilpres. Semua yang terbaik yang bisa saya lakukan," tandas Budiman seperti dilansir dari Antara. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya