Berita

ilustrasi/net

Politik

Dukungan PKS Jadi Semakin Mencurigakan

SENIN, 21 JULI 2014 | 20:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kabar yang telah beredar sejak Minggu malam (20/7) yang mengatakan bahwa DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggelar rekapitulasi formulir C1 dari Aceh sampai Papua berakhir dengan ketidakjelasan.

Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang sampai waktu yang ditentukan (Senin siang, 21/7) juga tampak lenggang. Bahkan jurnalis yang ingin meliput diusir oleh pihak keamanan gedung.

Informasi terakhir yang beredar mengenai ketidakjelasan rekapitulasi itu datang dari politisi PKS Fachri Hamzah. Anggota Komisi III DPR RI itu telah menjelaskan kepada tim hukum pemenangan Prabowo-Hatta bahwa ada persoalan teknis sehingga kegiatan dibatalkan.


Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan stasiun televisi milik Aburizal Bakrie dan Hary Tanoesoedibjo yang sedianya akan meliput langsung rekapitulasi itu.

Mau tidak mau, pembatalan rekapilutasi ini menambah panjang daftar pertanyaan mengenai keseriusan PKS mendukung Prabowo-Hatta. Keinginan PKS menggelar rekapituasi C1 pun menuai pertanyaan: mengapa baru sekarang? Mengapa tidak dari kemarin-kemarin?

Tim kampanye Prabowo-Hatta juga dinilai semakin tidak folus dan blunder.

Awalnya, saat sejumlah lembaga survei politik mengumumkan hasil Quick Count pihak Prabowo-Hatta mengajak menunggu pengumuman resmi dari KPU. Ajakan ini antara lain didasarkan pada pengakuan bahwa sejumlah lembaga survei politik memiliki hasil yang berbeda. Lalu, saat KPU mau mengumumkan, kubu Prabowo-Hatta mengatakan menemukan kecurangan yang massif.

Kalaulah memang kubu Prabowo-Hatta menemukan kecurangan, mengapa baru sekarang mereka menyampaikan hal itu. Juga, kalau memang ada kecurangan, mengapa semua saksi di setiap tingkat rekapitulasi yang dilakukan KPU menerima dan menandatangani?

Pertanyaan yang tidak kalah penting berkaitan dengan keseriusan dukungan PKS. Kalau lah memang PKS melakukan rekapitulasi formulis C1, mengapa juga barus sekarang mereka mengatakan akan mengumumkan kepada publik? Dan mengapa pula rekapitulasi itu dibatalkan dengan alasan teknis, setelah menjadi pembicaraan masyarakat luas.

Bukankah selama ini kader PKS dikenal militan? PKS pun kerap digambarkan memiliki infrastruktur yang lengkap hingga ke TPS. Tetapi mengapa kebobolan? Apakah dukungan PKS tidak seserius yang dibayangkan dan digambarkan?

Model dukungan seperti yang diperlihatkan PKS inilah yang membuat tim kampanye Prabowo-Hatta sulit untuk bekerja dan memenangkan pilpres.

Selebihnya, wallahualam. [dem]  

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya