Berita

nusron/net

GP Ansor Gelar Khataman Al Quran 30 Juz Sambil Nunggu Pengumuman Hasil Pilpres

SENIN, 21 JULI 2014 | 17:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sambil menanti pengumuman hasil pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gerakan Pemuda Ansor dan Bariran Ansor Serbaguna (Banser) akan menggelar khataman Al-Qur'an 30 Juz.

"Apapun hasil Pilpres dan siapapun pemenangnya, lebih-lebih Jokowi-JK, merupakan kemenangan rakyat yang patut disyukuri kepada Allah SWT," kata Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 21/7).

Nusron bersyukur proses demokrasi di Indonesia bisa berjalan dengan baik. Meskipun memang ada gesekan, itu masih dalam tarap wajar dalam sebuah kompetisi. Meski juga memang, benar-benar menguras energi untuk menangkal black campaign.


Nusron pun mengimbau kader Ansor dan Banser tidak usah turun ke jalan. Kalau ingin mengucap syukur, cukup dengan memperbanyak amal sholeh, apalagi di bulan Ramadlan.

"Kita tadarusan dan sholat tasbih di masjid saja. Itu jauh lebih mulia daripada buat huru-hara. Orang kok sukanya dengan manohara alias manuver dan huru-hara," candanya.

Pada bulan Ramadhan ini, lanjutnya, bangsa Indonesia mengalami dua bentuk ujian, yaitu puasa, dan pilpres, yang nantinya akan ditutup dengan Idul Fitri. Dia berharap bangsa Indonesia akan berhasil melalui dua tahap ujian dimaksud dan ujung-ujungnya akan dinaikkan derajatnya.

Usai pilpres ini, apalagi dengan momentum sya'wal, GP Ansor akan memolopori silaturahmi nasional antarkomponen bangsa setelah sempat berbeda pendapat selama Pilpres.

"Kita akan mulai dari internal NU dulu. Kita akan undang Pak Kyai Said Agil Siradj dan para pendukung Prabowo lainnya, agar melihat bangsa ke depan lebih baik," ujar Nusron.

Bagi Nusron, jauh lebih baik bila semua elemen bangsa menggunakan energinya untuk membangun bangsa secara bersama-sama. Apalagi kalau Prabowo mengikuti saran Kyai Said, agar tidak usah ke MK sehingga akan memudahkan rekonsiliasi.

"Saya kira itu juga yang dikehendaki rakyat. Prabowo harus ya'lamuuna taf'aluun. Artinya harus tahu apa yang harus dilakukan sesuai kehendak rakyat, bukan kehendak sendiri," tandasnya. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya