Berita

Mark Rutte/net

Dunia

TRAGEDI MH17

Belanda Lebih Pilih Berduka Daripada Salahkan Pihak Lain

SENIN, 21 JULI 2014 | 15:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Belanda yang warga negaranya menjadi korban terbanyak dalam tragedi MH17 di Ukraina lebih memilih untuk berduka daripada marah atau menyalahkan pihak lain.

Dikabarkan Asia One (Senin, 21/7), politisi serta media di negeri kincir angin itu lebih memilih untuk menahan diri dan menghindari untuk memunculkan emosi publik.

"Seluruh warga Belanda berkabung secara mendalam," kata Perdana Menteri Mark Rutte.


"Ini adalah salah satu bencana udara terburuk dalam sejarah Belanda," sambungnya.

Diketahui, warga negara Belanda menjadi korban terbanyak dalam tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pekan lalu. Dari total korban berjumlah 298 orang, 193 di antaranya adalah warga negara Belanda.

Ketika pemimpin Amerika Serikat dan Eropa lainnya segera menuntut penyelidikan internasional dan menuduh pihak lain soal penembakan jatuh pesawat tersebut, Belanda justru lebih memilik untuk mengabil pendekat yang berbeda.

"Jika saya membenturkan tinju saya ke meja saat ini, maka saya mengurangi kemungkinan bagi Belanda dan semua yang mendukung kami mendapatkan fakta di atas meja," jelasnya.

Media-media Belanda baik cetak maupun elektronik secara umum memberitakan kabar terbaru yang bersifat faktual soal tragedi MH17 dan menghindari berita-berita yang menuduh atau menyalahkan pihak lain. Bahkan di depan Kedutaan Besar belanda di Kiev diletakkan sejumlah karangan bunga sebagai bentuk simpati. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Ngobrol Serius dengan Kapolri

Senin, 19 Januari 2026 | 05:45

Legislator Golkar Tepis Keterlibatan Bahlil soal Sawit Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 05:25

Dokter Tifa: Keren Sekali Mobilnya, Bang Eggi!

Senin, 19 Januari 2026 | 04:59

Mahasiswa Harus jadi Subjek Revolusi Digital, Bukan Hanya Penonton

Senin, 19 Januari 2026 | 04:47

Kader Gerindra Papua Barat Daya Wajib Sukseskan Program Pemerintah

Senin, 19 Januari 2026 | 04:27

Perbakin Lampung Incar Banyak Medali di PON 2028

Senin, 19 Januari 2026 | 03:59

Pendidikan Bukan Persekolahan

Senin, 19 Januari 2026 | 03:48

Maruarar Sirait Dicap Warganet sebagai Penyelamat Konglomerat

Senin, 19 Januari 2026 | 03:24

Narasi Bung Karno Lahir di Jombang Harus jadi Perhatian Pemkab

Senin, 19 Januari 2026 | 02:59

Dankodaeral X Cup 2026 Bidik Talenta Pesepak Bola Muda Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 02:45

Selengkapnya