Berita

ray rangkuti/net

Politik

Gugatan Tim Prabowo-Hatta Tidak Pantas Disepelekan

SENIN, 21 JULI 2014 | 13:35 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Semua warga Indonesia mendukung pemilu bersih, tanpa boleh ditawar-tawar. Karena itu, temuan yang terkait dengan berbagai pelanggaran pemilu harus ditindaklanjuti.

Langkah memastikan bahwa tidak ada kecurangan harus didukung bersama. Dengan cara itu, pemilu dapat dipercaya dan demokrasi yang berkualitas dipertahankan.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti, menanggapi gugatan tim kampanya Prabowo-Hatta atas berbagai dugaaan kecurangan Pilpres yang dibiarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).


"Dalam konteks ini, aduan tim Prabowo tidak dapat disepelekan. Ia harus ditindaklanjuti. Dan penyelenggara yang abai, misalnya dengan sengaja memasukkan pemilih yang tidak jelas, harus diberi sanksi," tegasnya dalam pesan elektronik kepada redaksi (Senin, 21/7).

Namun dia akui juga bahwa langkah tim Prabowo-Hatta yang akan melaporkan KPU ke Kepolisian RI memiliki dasar yang lemah. Seharusnya sebelum melaporkan KPU, mereka harus mengajukan pengaduan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dan jika Bawaslu, misalnya, telah memberi rekomendasi penundaan tapi diabaikan KPU, tentu saja tim Prabowo punya argumen cukup untuk mengadukan KPU ke kepolisian.

"Kenyataannya, Bawaslu tidak merekomendasikan penundaan. Malah sebaliknya tetap meminta rekapitulasi dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Faktanya juga, tim Prabowo pun telah ikut serta dalam pleno rekapitulasi sejak awal. Bahkan bersama mereka rekapitulasi telah diselesaikan hingga 15 provinsi," jelasnya.

Tentu saja, terang Ray, keterlibatan itu menandakan persetujuan untuk melaksanakan pleno rekapitulasi. Sejatinya, sejak awal jika tim Prabowo-Hatta menyatakan keberatan rekapitulasi dilaksanakan maka sejak saat itu mereka tidak perlu menghadiri forum pleno rekapitulasi.

Menurut Ray, secara umum, rekomendasi Bawaslu Provinsi untuk melakukan pencoblosan ulang di beberapa TPS tetap dilaksanakan. Hasilnya pasti akan dihitung untuk dikolektifkan pada penghitungan suara secara nasional. Karena itu, yang utama ditekankan adalah keharusan melakukan pencoblosan ulang di beberapa TPS. Rekapitulasi nasionalnya tetap dapat berlangsung, untuk kemudian hasil nasionalnya dapat ditetapkan setelah penghitungan dari semua TPS coblos ulang telah dilaksanakan.

"Seharusnya objek aduan adalah KPUD yang jika ditemukan tak melakukan pencoblosan ulang. Dan tentu saja tak berhubungan langsung degann KPU nasional. Di sinilah kelemahan itu terlihat," ucapnya.  [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya