Berita

joko widodo/net

Politik

PILPRES 2014

Jokowi: Yang Minta Penundaan KPU Melanggar UU

SENIN, 21 JULI 2014 | 01:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Calon Presiden Joko Widodo meminta pengumuman rekapitulasi Pilpres 2014 oleh KPU tetap digelar sesuai jadwal, 22 Juli.

"Ngapain ditunda? Sesuai undang-undang lah. Kalau undang-undang bilang tanggal 22 Juli, ya udah," kata dia usai buka puasa bersama Presiden SBY di Istana Negara, Minggu, (20/7).

Menurut Jokowi, penundaan penetapan rekapitulasi suara pilpres sama dengan melanggar konstitusi.


"Itu bukan kemauan kita. Kalau ada yang tidak mau, ya nyalahin undang-undang," ujarnya seperti dikutip dari JPNN.

Ditanya soal hasil rekapitulasi sementara di KPU yang tengah berlangsung, Jokowi enggan banyak bicara. Jelas dia, penentuan hasil akhir pilpres adalah kewenangan KPU.

"Sudah saya sampaikan bolak-balik, kita tunduk pada konstitusi, tunduk pada kehendak rakyat," tandas gubernur Jakarta nonaktif ini.

Sebelumnya Anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Idrus Marham mengatakan, tim hukum Prabowo-Hatta dari seluruh wilayah telah melaporkan adanya kecurangan yang dilakukan secara massif dalam pilpres. Maka dari itu, Tim Koalisi Merah Putih meminta pada KPU Pusat yang telah lakukan rekapitulasi untuk menyelesaikan masalah yang telah direkomendasi oleh Bawaslu terlebih dahulu sebelum mengumumkan hasil pilpres.

"KPU jangan tetapkan hasil rekapitulasi sebelum selesaikan masalah-masalah itu," kata Idrus di Jakarta, Minggu (20/7). [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya