Berita

Jokowi dan Mega/net

Politik

Gerakan Jokowi Yes, Megawati No Mulai Dibicarakan

MINGGU, 20 JULI 2014 | 23:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kurang lebih 48 jam lagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2014 tingkat nasional.

Kedua kubu pasangan capres-cawapres masih sama-sama yakin dan percaya diri akan keluar sebagai pemenang.

Sejauh ini tidak dapat dipungkiri, pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi favorit juara. Anggapan umum ini merujuk pada ramainya pemberitaan mengenai kemenangan Jokowi-JK baik di sejumlah media massa utama maupun di jejaring media sosial yang dimotori barisan relawan.


Dari pengamatan di lapangan juga mulai bermunculan sejumlah cerita skenario yang akan terjadi apabila Jokowi dan JK akhirnya ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2014.

Dua skenario yang paling menarik perhatian berkaitan dengan relasi antara Jokowi dan PDI Perjuangan yang mengusungnya serta tentu saja Megawati Soekarnoputri sang ketua umum PDIP.

Skenario pertama menyebutkan bahwa Jokowi kemungkinan besar akan mengambil alih pucuk pimpinan PDIP apabila dia keluar sebagai pemenang Pilpres 2014. Bagaimana pun juga Jokowi dan pemerintahannya membutuhkan kepastian dukungan selama berkuasa.

Akan lebih baik apabila dirinya sendiri yang langung memimpin partai penguasa demi menjamin kelangsungan kebijakan pemerintah.

Adapun skenario kedua yang sebetulnya masih berhubungan dengan skenario pertama berkaitan dengan proses penyusunan kabinet Jokowi-JK.

Belakangan ramai dibicarakan di kalangan politisi bahwa ada semacam gerakan “Jokowi Yes, Megawati No” di internal pendukung Jokowi.

Kelompok ini ingin memastikan penyusunan kabinet nanti jauh dari kepentingan partai politik, termasuk PDIP. Ironis karena partai banteng ini dinilai punya catatan yang tidak begitu baik ketika Mega berkuasa pada periode 2001-2003. Belum lagi ada juga catatan yang menyebutkan PDIP merupakan salah satu partai politik yang banyak kadernya tersangkut kasus korupsi.

Rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Megawati dalam skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) merupakan momentum yang dapat dimanfaatkan demi menjalankan skenario kedua ini. Rencana KPK memeriksa Mega akan digunakan sebagai alat untuk mengeliminasi Mega dari proses pembentukan kabinet.

Kedua skenario ini memiliki kadar kepecayaan yang terbilang tinggi karena di lapangan Jokowi memang terlihat lebih mengandalkan barisan relawan lintas kelompok dan jaringan.

Jokowi juga tampak lebih mempercayai Jusuf Kalla yang mendampinginya daripada petinggi-petinggi PDIP.

Tentu saja kedua skenario ini masih perlu diuji lagi. Sebelum itu, wallahualam. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya