Berita

poto:net

Dunia

AS Sayangkan Akses Lokasi Kecelakaan MH17 Dibatasi

MINGGU, 20 JULI 2014 | 14:36 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Pemerintah Amerika Serikat mengaku prihatin atas sikap milisi pro-Rusia dalam menyambut ahli internasional di lokasi kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17. Pasalnya, para militan ini menolak untuk mengijinkan akses yang aman dan tak terbatas di lokasi kejadian perkara.

Bahkan ada kabar yang menyebutkan bahwa sebagian besar barang bukti penting telah secara sengaja dihilangkan oleh para militan. Tidak hanya itu, mayat-mayat korban kecelakaan juga sudah berpindah dari tempat semula.

"Lokasi kejadian sudah tidak aman. Ada beberapa laporan mayat-mayat dipindahkan, bagian pesawat dan puing-puing lainnya diseret-seret, dan bukti potensial dirusak," kata jurubicara Kementerian Luar Negeri AS, Jen Psaki, dalam sebuah pernyataan yang dilansir IBN Live (Minggu, 20/7).


Psaki menambahkan, sejauh ini kelompok separatis di timur Ukraina itu hanya memberikan akses terbatas kepada ahli internasional. Untuk itu, ia menyerukan kepada militrahn agar memberi akses bagi penyelidikan internasional secara penuh, yang kredibel, dan tanpa hambatan secepat mungkin di lokasi kejadian.

"Ini tidak bisa diterima. Ini merupakan penghinaan terhadap semua orang yang kehilangan orang yang dicintai dan martabat para korban," lanjut Psaki. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya