Berita

tb hasanuddin/net

Jenderal TB Hasanuddin Tahu Prabowo Itu Perwira Tinggi yang Berjiwa Ksatria

MINGGU, 20 JULI 2014 | 08:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tidak ada alasan kuat menunda pengumuman hasil pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagaimana diusulkan oleh kubu Prabowo-Hatta. Sebab pleno KPU di tingkat provinsi sudah tuntas.

"Justru penundan hanya akan menimbulkan ketegangan dan akan  memancing gesekan yang tak perlu," kata Wakil Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan, Mayjen (pur) TNI Tubagus Hasanuddin, beberapa waktu lalu (Minggu, 20/7).

Di saat yang sama, lanjut Tb Hasanuddin, kredibilitas KPU akan ambruk dan tidak akan dipercaya publik lagi, termasuk oleh masyarakat internasional.


"Itu juga akan menimbulkan preseden buruk pada pilkada-pilkada yang akan datang di daerah karena rakyat menjadi tak percaya pada KPU sebagai penyelenggara pemilihan,"tegasnya.

Lebih jauh, sekretaris Militer dua Presiden RI ini mengenal prabowo sebagai perwira tinggi yang elegan. Dalam kasus tabloid Obor Rakyat, contohnya, TB Hasanuddin tak yakin kalau itu perintah Prabowo. Pun demikian, ia tak yakin bila wacana penundaan pengumuman KPU juga usul Prabowo.

"Pasti tim suksesnya yang kembali berulah. Sebagai  negarawan dan seorang perwira tinggi yang menjunjung tinggi jiwa-jiwa Ksatria, sudah sepantasnya beliau tak perlu mendengar saran-saran team suksesnya yang tidak realistis," katanya.

Wakil Ketua Komisi I DPR ini pun berharap, Prabowo Subianto sebaiknya menyikapi semua keputusan KPU dengan realistis dan legowo.

"Wahai saudaraku (Prabowo) tetaplah jadi ksatria yang akan selalu dikenang bangsa ini, itu akan lebih penting dalam sisa hidup kita," demikian TB.Hasanuddin. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya