Berita

Hishammudin Hussein/net

Dunia

Usut Jatuhnya MH17, Ini Tiga Fokus Utama Malaysia

SABTU, 19 JULI 2014 | 19:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kementerian Pertahanan Malaysia menggariskan tiga fokus utama dalam penanganan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah timur Ukraina.

Ketiga fokus utama tersebut adalah mendapatkan akses ke lokasi kecelakaan, menjaga keselamatan personil tim investigasi, dan memastikan barang-barang bukti tidak hilang atau dirusk.

Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein menyebut, kemungkinan memasuki lokasi kecelakaan membutuhkan pendekatan diplomatik karena lokasi kejadian berada di bawah pendudukan kelompok separatis.


Ia menjelaskan pihaknya akan melakukan segara upaya untuk memudahkan proses diplomasi tersebut.

Terbangnya Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai ke Ukraina akan fokus memfasilitasi investigasi tim di lokasi.

"Tahap selanjutnya akan bergantung pada diskusi Liow di Kiev," jelasnya seperti dikabarkan Bernama pada Sabtu (19/7).

Hishammudin menambahkan, kerjasama internasional juga akan memfasilitasi dukungan agar mendapatkan akses ke lokasi.

"Kami ingin bisa mendapatkan keseluruhan dasar insiden ini," sebutnya.

Jatuhnya MH17 agaknya menjadi pukulan bagi Malaysia setelah Malaysia Airlines MH370 yang menghilang pada awal Maret lalu juga belum berhasil ditemukan.

Pesawat yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu diketahui jatuh di dekat wilayah Donestk, di mana konflik terjadi antara pasukan pemberontak dan pemerintah Ukraina sejak beberapa bulan terakhir.

Pesawat yang mengangkut 283 penumpang dan 15 kru itu diduga jatuh karena terkena tembakan rudal ketika melintas di ketinggian 33 ribu kaki di wilayah udara Ukraina. Belum diketahui siapa pelaku penembakan, namun pemerintah Ukraina dan kelompok pemberontak sama-sama saling menyalahkan. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Ngobrol Serius dengan Kapolri

Senin, 19 Januari 2026 | 05:45

Legislator Golkar Tepis Keterlibatan Bahlil soal Sawit Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 05:25

Dokter Tifa: Keren Sekali Mobilnya, Bang Eggi!

Senin, 19 Januari 2026 | 04:59

Mahasiswa Harus jadi Subjek Revolusi Digital, Bukan Hanya Penonton

Senin, 19 Januari 2026 | 04:47

Kader Gerindra Papua Barat Daya Wajib Sukseskan Program Pemerintah

Senin, 19 Januari 2026 | 04:27

Perbakin Lampung Incar Banyak Medali di PON 2028

Senin, 19 Januari 2026 | 03:59

Pendidikan Bukan Persekolahan

Senin, 19 Januari 2026 | 03:48

Maruarar Sirait Dicap Warganet sebagai Penyelamat Konglomerat

Senin, 19 Januari 2026 | 03:24

Narasi Bung Karno Lahir di Jombang Harus jadi Perhatian Pemkab

Senin, 19 Januari 2026 | 02:59

Dankodaeral X Cup 2026 Bidik Talenta Pesepak Bola Muda Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 02:45

Selengkapnya