Berita

Dunia

Filipina: Pelaku di Balik Jatuhnya MH17 Brutal!

SABTU, 19 JULI 2014 | 19:23 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Filipina mengutuk keras tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 yang diduga karena terkena tembakan rudal (Sabtu, 19/7).

Kementerian Luar Negeri Filipina juga menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas tragedi yang menelan seluruh penumpang yang berjumlah 283 orang dan 15 kru itu.

"Hal ini sangat penting bahwa masyarakat internasional harus bersama-sama membantu menentukan orang-orang yang bertanggung jawab atas tindakan brutal terhadap pesawat sipil ini," begitu kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Filipina dikutip Xinhua.


Selain itu Filipina juga menuntut pelaku penembakan rudal terhadap pesawat sipil di wilayah konflik antara kelompok separatis dan pemerintah Ukraina.

Dalam tragedi itu diketahui terdapat tiga warga Filipina yang ikut menjadi korban.

Juru bicara kepresidenan Filipina, Abigail Valte menyebut pemerintah siap memberikan bantuan kepada keluarga korban termasuk dalam proses pemulangan jenazah. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya