Berita

jumhur hidayat/net

Jumhur Hidayat: Wibawa KPU Akan Runtuh Bila Menunda Pengumuman Hasil Pilpres

SABTU, 19 JULI 2014 | 17:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda pengumuman pilpres tidak pada 22 Juli sebagaimana diusulkan kubu Prabowo-Hatta, maka wibawa KPU akan runtuh.

Demikian disampaikan Koordinator Nasional Aliansi Rakyat Merdeka (ARM), Moh Jumhur Hidayat. Bahkan, lanjut Jumhur, penundaan ini juga akan bisa berlanjut pada upaya delegitimasi-delegitimasi terhadap apapun yang diputuskan KPU sehingga akhirnya memunculkan anarki dan bisa berujung pada kekacauan politik.

"Hal itu tentu tidak kita inginkan, karena sesungguhnya, bila masih ada yang tidak puas dengan keputusan KPU, konstitusi kita masih memberi jalan dengan menggugat KPU melalui Mahkamah Konstitusi," kata Jumhur Hidayat kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 19/7).


Karena itu juga, Jumhur, yang sampai blusukan langsung hingga ke pantai Selatan Jawa Barat untuk memastikan kemenangan Jokowi-JK ini, juga mengingatkan agar semua pihak menggunakan jalur-jalur konstitusi yang tersedia alias tidak mengusulkan hal-hal yang beresiko menghilangkan kewibawaan KPU.

"Kita tidak mau bangsa ini tersendat agenda pembangunannya hanya gara-gara pilpres," demikian Jumhur.

Hari ini, kubu Prabowo-Hatta meminta KPU menunda sidang pleno rekapitulasi suara yang sedianya digelar 22 Juli. Mereka beralasan menemukan banyak indikasi kecurangan di beberapa daerah terkait proses Pilpres 2014, dan di saat yang sama masih ada pemungutan suara ulang. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya