Berita

Politik

PILPRES 2014

Prabowo-Hatta: Pengumuman Pemenang Harus Diundur karena PSU Belum Dilakukan Semua

Tidak Melanggar UU
SABTU, 19 JULI 2014 | 17:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda proses rekapitulasi nasional Pilpres 2014 dan pengumuman hasil Pilpres 2014.

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Habiburokhman, mengatakan, desakan itu terkait temuan dari Badan Pengawas Pemilu di DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan soal fenomena banyak pemilih ber-KTP tapi tidak punya formulir A5 (surat pindah memilih). Mereka dicap pemilih ilegal.

"Di DKI ini paling banyak, karena terjadi di hampir 6.000 TPS. Jawa Timur ada enam kabupaten bermasalah, Jawa Tengah hampir 100 ribu pemilih ilegal," tegas Habiburokham saat dihubungi sesaat lalu (Sabtu, 19/7).
 

 
Habib menegaskan seharusnya tidak ada rekapitulasi nasional pada 20 Juli-22 Juli.

"Kami ingin pemungutan suara ulang atau PSU diselesaikan lebih dulu sebelum dimulainya pleno di tingkatan pusat," katanya.

Dan menurut UU, pengumuman hasil Piilpres nasional mesti dilakukan paling lambat satu bulan setelah hari pencoblosan (9 Juli), artinya bisa ditoleransi sampai 8 Agustus .

"Desakan ini sudah kami sampaikan jauh hari sebelumnya. Masalahnya, KPU masing-masing daerah terlalu khawatir PSU terlalu mepet dengan jadwal penentuan 22 Juli," ungkapnya.

"Dari jauh hari sudah kami sampaikan protesnya, tapi baru terekspos sekarang. Malam ini akan kami sampaikan permintaan resmi untuk menunda pengumuman," tambah Habiburokhman. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya