Berita

jokowi-jk/net

Saatnya Satukan Energi Positif Bangsa Setelah Jokowi-JK Menang

SABTU, 19 JULI 2014 | 12:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kemenangan Jokowi-JK sudah tidak diragukan lagi berdasarkan uji hitung secara seksama. Meski begitu, kini, Tim Pemenangan Jokowi-JK tetap menunggu proses rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Dengan tersedianya banyak parameter kontrol dan partisipasi relawan yang begitu besar untuk mengawal suara Jokowi, maka hal tersebut diharapkan sebagai daya pendorong bagi KPU dan Bawaslu untuk mengedepankan akuntabilitas dan transparansi. Kami percaya KPU dan Bawaslu mampu melaksanakan tanggung jawab yang besar tersebut," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Sabtu, 19/7).

Hasto menjelaskan Tim Kampanye Jokowi-JK terus menerus mengawal suara rakyat yang berdaulat. Berbagai uji hitung dilakukan dengan membagi ke dalam beberapa kelompok.


Kelompok  pertama, bertugas merekap ulang seluruh dokumen C1 menjadi D1 (desa). Kedua, setiap DPD Provinsi melakukan rekap lalu dikompilasi secara nasional. Kelompok ketiga, membandingkan hasil hitungan dari D1 yang dihasilkan kelompok pertama dengan D1 KPU.

Keempat, menghitung DA1 KPU (kecamatan) lalu hasilnya dibandingkan dengan DA1 berdasarkan hasil hitung ulang dengan basis C1. Kelima, uji dengan metode statistik terhadap dokumen C1, D1, dan DA1.

"Hasil secara keseluruhan maka perolehan Jokowi-JK berkisar antara 52,8 persen sampai 53,5 persen," jelasnya.

Bagi Jokowi-JK, prediksi unggulan kemenangan tersebut tidak hanya disyukuri, namun diabdikan sepenuhnya untuk kemajuan Ibu Pertiwi. Kemenangan tersebut juga menjadi  momentum yang tepat untuk merangkul seluruh komponen bangsa.

"Era kompetisi sudah selesai, dan kini saatnya menyatukan energi positif bangsa," katanya, sambil mengimbau juga kepada seluruh tim kampanye Jokow-JK diminta untuk tidak euforia dalam kemenangan. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya