Berita

presiden sby/net

Pengerahan Massa Bukti Ketidakpercayaan pada Komitmen SBY

SABTU, 19 JULI 2014 | 08:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pengerahan massa pada tanggal 22 Juli mendatang sama saja dengan tidak menghormati Presiden SBY yang berulang kali memastikan bahwa situasi keamanan akan kondusif.

Demikian disampaikan Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto. Hasto menilai seruan Prabowo  yang mendesak KPU agar jujur disertai rencana pengerahan massa bukanlah ucapan yang tepat bagi seorang pemimpin.

"Dalam situasi seperti ini, seharusnya hal-hal yang disampaikan adalah komitmen untuk menggelorakan watak kebangsaan yang suka damai, toleran, dan berorientasi pada bangunan peradaban bangsa yang besar," kata Hasto beberapa saat lalu (Sabtu, 19/7).


Menurut Hasto, seharusnya Prabowo bisa menangkap tekad Presiden SBY untuk menorehkan sejarah transisi kekuasaan yang aman dan damai.

"Masih terbuka kesempatan bagi Pak Prabowo untuk meluruskan pernyataannya. Sebab bisa ditafsirkan, bahwa pernyataan itu sebagai bentuk ketidakpercayaan pada komitmen Presiden SBY," tandas Hasto.

Rencana tentang pengerahan massa juga disampaikan anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Letjen (Purn) Yunus Yosfiah. Menurut Yunus, pihaknya akan mengerahkan sekitar 5000 relawan pendukung Prabowo-Hatta saat pengumuman hasil pilpres di KPU nanti. Yunus beralasan hal itu demi memberi jaminan agar KPU tidak mendapat tekanan dari luar dalam menetapkan hasil pilpres. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya