Berita

Jenderal Moeldoko

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Moeldoko: Kita Lindungi KPU Sepenuhnya, Masyarakat Tidak Usah Was Was

SABTU, 19 JULI 2014 | 08:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Panglima TNI Jenderal Moeldoko meminta masyarakat tenang saat KPU mengumumkan hasil pilpres, 22 Juli mendatang.

Sebab, TNI dan Polri akan mengerahkan personelnya untuk mengamankan Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

“Saya memosisikan KPU saat ini sebagai center of gravity, sebagai objek strategis dalam konteks pemilu. Untuk itu betul betul harus kita lindungi sepenuhnya,” kata Moeldoko kepada wartawan, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (18/7).


Berikut kutipan selengkapnya;

Apakah ada pengamanan khusus di KPU?
Saya memosisikan KPU saat ini sebagai center of gravity, sebagai objek strategis dalam konteks pemilu. Untuk itu betul betul harus kita lindungi sepenuhnya.

Kekuatan sangat banyak, saya tidak bisa sebutkan. Prinsipnya semua kita kerahkan. Masyarakat Indonesia tenang saja. Tidak usah lagi terlalu was was.

Bagaimana dengan pengamanan lainnya?
Tetap ada pengamanan di tempat-tempat lainnya. Tetap berjalan seperti biasanya.

Kami juga sudah bekerja sama dengan kepolisian. Hal itu kami lakukan untuk meminimalisir adanya gangguan di obyek vital negara.

KPU menghimbau kedua capres tidak membawa massa saat pengumuman, tanggapan Anda?
Himbauan saya juga sama. Mudah mudahan temen-temen dari kedua belah pihak tidak berbondong-bondong mengerahkan massa pendukungnya ke KPU.

Sebaiknya kedua pendukung percayakan pada mekanisme yang ada. Kami akan kawal KPU bekerja senetral mungkin. Itu sudah harapan bangsa.

Apa dasar pelaksanaan latihan Pembebasan Sandra (Basra) Penanggulangan Teroris (Gultor) Pasukan Khusus TNI 2014?
Ini bentuk tanggung jawab TNI terhadap masyarakat Indonesia. TNI betul-betul ingin mengawal jalannya pemilihan Presiden berjalan dengan baik, aman dan tertib. Kami sunguh-sungguh ingin mengerahkan segala kemampuan yang kami miliki. Tidak main-main untuk mengawal dan mengamankan ini. Jadi kesiapan kami ini kesiapan tertinggi.

Seberapa besar ancaman yang ada saat ini?

Kami tidak mengukur besar kecilnya, tapi kami hitung resikonya. Tentara selalu berpikir kondisi terburuk. Kami tidak berspekulasi besar atau kecil, tapi semua yang kami siapkan untuk menghadapi segala kemungkinan.

Sejauh ini, ada ancaman dari siapa?

Saya tidak mau menyebutkan ancaman dari siapa. Ancaman bisa muncul dari mana saja. Semua yang akan melakukan hal-hal negatif, itulah ancaman yang sebenarnya. Itu akan berhadapan dengan TNI dan kepolisian.

Bagaimana cara Anda meyakinkan masyarakat?
Sekali lagi, kami mengimbau mayarakat tenang, serahkan semuanya pada kami. Yakinlah kami akan bisa menangani. Semua yang kami lakukan ini untuk melindungi masyarakat Indonesia.

O ya, pesawat Malaysia Airlines jatuh tertembak di Ukraina, komentar Anda?
Saya Panglima TNI beserta seluruh prajurit TNI mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban asal Indonesia dan seluruh penumpang yang menjadi korban.

Saya sudah perintahkan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) memberikan perintah kepada atase pertahanan setempat untuk segera berperan aktif. Saya kira Kedutaan Besar (Kedubes) setempat juga sudah melakukan hal yang sama. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya