Berita

net

Dunia

Senjata Buatan Soviet Ini yang Diduga Tembak Jatuh Malaysia Airlines MH17

JUMAT, 18 JULI 2014 | 16:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sistem rudal BUK diyakini telah menjadi penyebab jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di dekat Donetsk, Ukraina. BUK merupakan senjata buatan Soviet yang dirancang untuk terlibat dengan pesawat dan rudal jelajah yang masih digunakan secara luas di negara-negara Eropa Timur, termasuk Ukraina.

BUK diprediksi mampu membuat pesawat besar seperti Boeing 777 yang tengah terbang pada ketinggian 33 ribu kaki terhempas ke tanah. Dikabarkan Daily Mail (Jumat, 18/7), pesawat bahkan diprediksi terlebih dahulu terpisah di langit sebelum akhirnya jatuh.

Saksi mata mengatakan, reruntuhan pesawat serta bagian tubuh para penumpang dan kru pesawat tersebar di area seluas sembilan mil. Hal itu semakin memperkuat dugaan bahwa pesawat terpisah di udara.


Sistem rudal BUK memiliki peluncur yang dapat mendorong sendiri itu menggunakan radar untuk menjangkau pesawat atau rudal hingga ketinggian 75 ribu kaki.

Sistem yang dikembangkan oleh Uni Soveit pada tahun 1979 secara luas digunakan di seluruh negara-negara bekas Soviet, termasuk Ukraina.

Diketahui bahwa MH17 yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur jatuh di dekat wilayah konflik Donetsk Ukraina pada Kamis (17/7). Wilayah tersebut merupakan lokasi konflik antara separatis pro-Rusia dan pemerintah Ukraina sejak beberapa bulan terakhir.

Dalam kejadian tersebut, seluruh penumpang yang berjumlah 283 dan 15 kru pesawat tewas seketika.

Baik kelompok separatis maupun pemerintah Ukraina sama-sama menolak disebut terlibat dalam kejadian tersebut. Keduanya menyalahkan satu sama lain atas penembakan jatuh pesawat itu. [mel]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya